Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rempah RI Diburu Dunia, Tapi Kenapa Gagal Kuasai Rantai Nilai?

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 19:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rempah RI Diburu Dunia, Tapi Kenapa Gagal Kuasai Rantai Nilai? Doc: ANTARA/Heru Suyitno
Ket. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melepas ekspor dua komoditas rempah-rempah berupa pala dan kapulaga ke China, di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (21/7/2025).

TEMANGGUNG - Peningkatan ekspor komoditas rempah-rempah memberikan dampak positif pada perekonomian negara, termasuk peningkatan devisa dan pertumbuhan ekonomi. 

Indonesia memiliki potensi besar untuk menguasai pasar rempah dunia karena keunggulan kualitas, keanekaragaman jenis, dan metode budidaya tradisional yang ramah lingkungan. 

Rempah-rempah bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari warisan budaya Indonesia. Peningkatan ekspor dapat membantu melestarikan pengetahuan dan praktik tradisional terkait budidaya dan pengolahan rempah. 

Ekspor rempah-rempah dapat menjadi pendorong pengembangan industri hilir, seperti produk makanan, minuman, kosmetik, dan obat-obatan herbal berbasis rempah. Hal ini akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia di pasar global. 

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono terus mendorong agar ekspor dua komoditas rempah-rempah berupa pala dan kapulaga ke Tiongkok ditingkatkan.

Wamentan, di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (20/7), menyebutkan untuk komoditas pala yang diekspor sebanyak 28 ton, sedangkan kapulaga sebanyak 26 ton, dengan nilai total Rp5 miliar.

Ia menyampaikan hal tersebut, usai pelepasan ekspor rempah-rempah Koperasi Desa Merah Putih Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan CV Kapulogo Jaya Mandiri, Magelang, Jawa Tengah.

Wamentan mengatakan, dengan peluang pasar ini pihaknya terus mendorong peningkatan ekspor rempah-rempah ke Tiongkok, mengingat Indonesia merupakan penghasil rempah-rempah terbanyak di dunia.

"Kalau bisa, ekspornya jangan segitulah kalau bisa 20 kali lipatnya itu tidak ada masalah, karena intinya rempah-rempah itu kita bisa produksi, Indonesia banyak memproduksi rempah-rempah itu," katanya lagi.

Wamentan menegaskan perlu adanya komitmen dan partisipasi dari seluruh stakeholeder perkebunan baik pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk mengambil peran dalam meningkatkan ekspor perkebunan tersebut.

"Makanya dari dulu kita bilang, Belanda datang ke Indonesia karena mencari rempah-rempah, rempah-rempah ini yang dicari. Jadi saya tanya pasarnya terbuka, ini malah tidak ada suplainya, kalau suplainya tidak ada tinggal gimana caranya, kami dari Kementan akan kita perluas menanamnya," katanya menegaskan.

Guna meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan khususnya rempah-rempah, Kementerian Pertanian mendukung sepenuhnya prasarana dan sarana penunjang untuk proses produksi, distribusi, dan logistik untuk meningkatkan aktivitas ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Akses permodalan UMKM melalui KUR

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.