Rinjani Dibanjiri Pendaki, Magnet Alam yang Tak Pernah Redup

Jumat, 18 Jul 2025, 22:25 WIB

MATARAM - Mendaki gunung dapat meningkatkan kebugaran fisik, melatih ketahanan mental, serta memberikan pengalaman yang menyenangkan dan berharga. 

Selain itu, wisata gunung juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar dan mendorong upaya pelestarian alam. 

Ket. Foto: Arsip - Helikopter SAR mendarat untuk melakukan upaya evakuasi pendaki asal Belanda yang terjatuh di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, NTB, Kamis (17/7/2025). — Sumber: ANTARA/Kantor SAR Mataram.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mencatat jumlah wisatawan yang mendaki ke Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat sampai dengan Juni 2025 mencapai 36.500 orang.

"Sampai pertengahan tahun ini, jumlah pendakian ke Rinjani ada sebanyak 36.500 orang," ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Yarman di Lombok Timur, Jumat (18/7).

Ia mengatakan dari 36.500 orang pendaki tersebut, sebanyak 18 persen merupakan pendaki dari luar negeri.

"Paling banyak itu dari Prancis atau negara-negara Eropa dan Malaysia," kata Yarman.

"Kalau kenaikan dari tahun 2024, kita belum bisa hitung. Biasanya di akhir tahun nanti baru kita bisa di data secara lengkap. Ini kan baru bulan Juli," sambungnya.

Yarman mengakui, bila saat ini merupakan puncak-puncaknya pendakian ke Rinjani. Melalui tiga pintu masuk utama, seperti Sembalun, Senaru, dan Torean. Termasuk di Timbanu dan Aik Berik di Lombok Tengah.

"Jadi, sekarang memang lagi tinggi-tingginya pendakian," ucapnya.

Meski demikian saat ini BTNGR telah menutup sementara wisata pendakian yang melewati jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak di Gunung Rinjani. Penutupan ini berlaku sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

"Pemesanan tiket pada aplikasi e-Rinjani dan aktivitas pendakian menuju dan dari jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak ditutup sementara," katanya.

Penutupan itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan layanan fasilitas wisata alam dan pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan di Taman Nasional Gunung Rinjani.

Jalur yang sekarang ditutup sementara merupakan lokasi yang sebelumnya menjadi titik kecelakaan beruntun turis mancanegara.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, pada 16 dan 17 Juli 2025, dua wisatawan asing mengalami kecelakaan saat melakukan aktivitas pendakian melalui jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak di Gunung Rinjani.

Turis pria berkebangsaan Swiss bernama Beneditk Emmenegger mengalami kecelakaan pada 16 Juli 2025. Lokasi kejadian diperkirakan sekitar 25 menit sebelum Jembatan Besi menuju Danau Segara Anak.

Kemudian, sehari setelahnya pada 17 Juli 2025, turis perempuan asal Belanda bernama Sarah Tamar van Hulten juga terjatuh saat mendaki di Gunung Rinjani. Dia terjatuh pada jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

  • Gunung Rinjani

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.