QRIS Merakyat! Mayoritas Pengguna Justru dari UMKM
Jumat, 18 Jul 2025, 23:14 WIBMALANG - Sistem pembayaran nontunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menerima pembayaran digital tanpa perlu investasi besar pada perangkat keras seperti mesin EDC.Â
QRIS memungkinkan pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan, terutama generasi muda yang lebih suka bertransaksi cashless.Â
Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Himawan Kusprianto mengatakan pengguna QRIS tertinggi dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang tercatat mencapai 93 persen.
"QRIS juga menjadi fondasi digital terutama bagi segmen UMKM yang sangat mendominasi penggunaan sampai 93 persen," katanya dalam penjelasannya pada kegiatan Capacity Building dan Media Gathering Bank Indonesia Jawa Timur di Malang, Jumat.
Ia mengatakan sektor yang mendominasi sebagai pengguna QRIS adalah UMKM yang angkanya mencapai 93,01 persen dengan rincian usaha mikro sebesar 57,52 persen, usaha kecil sebesar 29,59 persen dan usaha menengah 5,89 persen, sedangkan sektor usaha besar sebesar 3,37 persen.
Pengguna QRIS terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di Indonesia, bahkan berdasarkan data BI mencatat dari sisi demografi, Gen Z menjadi kelompok usia dengan pengguna terbanyak, yakni mencapai 27,94 persen dari total pengguna secara nasional.
Menurutnya, digitalisasi sistem pembayaran semakin diterima oleh masyarakat, terutama oleh generasi muda dan sektor UMKM, sehingga pihaknya akan terus memperluas fasilitas pembayaran nontunai melalui QRIS.
âPerkembangan QRIS sangat pesat sejak pandemi hingga saat ini dibandingkan pembayaran nontunai lainnya seperti penggunaan Electronic Data Capture (EDC)," katanya.
Hingga pertengahan 2025 tercatat penggunaan transaksi nontunai EDC telah mencapai 2,3 juta unit, sedangkan merchant QRIS mencapai 38 juta, dan jumlah pengguna QRIS telah menembus angka 57 juta orang di seluruh Indonesia.
Dari sisi demografi pengguna, Gen Z tercatat sebagai kelompok tertinggi dengan lebih dari 75 juta orang, disusul oleh generasi milenial sebanyak 69 juta orang, sehingga pertumbuhan itu berdampak pada peningkatan transaksi yang signifikan.
Pada Juni 2025 tercatat transaksi menggunakan QRIS bisa meningkat hingga 148 persen dibandingkan dua tahun terakhir.
Himawan mengatakan volume transaksi QRIS telah mencapai angka Rp 6,1 miliar transaksi atau sekitar 93 persen dari target nasional sebanyak 6,5 miliar transaksi. Tak hanya jumlah transaksi, nominal transaksi dan jumlah merchant juga terus menunjukkan tren peningkatan.
"Angka itu menjadi bukti bahwa implementasi QRIS untuk memfasilitasi pembayaran digital di Indonesia telah diterima manfaatnya oleh masyarakat di Indonesia," ujarnya.
Bank Indonesia kini tengah mempersiapkan peluncuran QRIS Cross Border yakni QRIS yang dapat digunakan untuk transaksi lintas negara dan Jepang dan Tiongkok, sehingga masyarakat Indonesia di dua negara itu dapat menggunakan QRIS.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lestari Moerdijat: 20 Ribu Desa Belum Miliki PAUD, Pemerataan Harus Direalisasikan untuk Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun
-
Polda Metro Jaya Pastikan Tim Pemburu Begal akan Bertindak Sesuai Aturan dan HAM
-
Pemutaran Terbatas, Pengamat Sebut 'Disclosure Day' sebagai Epik Fiksi Ilmiah Terbaik Steven Spielberg dalam 20 Tahun
-
Jerman Percepat Penguatan Militer di Tengah “Ancaman Russia”
-
Suasana Sembahyang Hari Raya Galungan di Palangka Raya
-
BRIN Kenalkan Teknologi RCP untuk Tingkatkan Keselamatan Perlintasan Kereta
-
Pemprov Papua Tengah Buka Peluang Koperasi Masyarakat Adat Kelola Tambang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.