Manokwari Mantapkan Layanan Kesehatan Terintegrasi
Jumat, 18 Jul 2025, 11:30 WIBMANOKWARI â Program Integrasi Layanan Primer (ILP) tahun 2025 sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi diberlakukan Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat.Â
Plt Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Marthen Rantetampang, di Manokwari, mengatakan program ILP merupakan implementasi dari pilar pertama transformasi sistem kesehatan, yaitu transformasi layanan primer. âManokwari ditetapkan sebagai satu dari tujuh kabupaten prioritas di Papua Barat dalam pelaksanaan ILP tahun 2025,â kata Marthen pada kick off program ILP.
Ia mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pelaksanaan program ILP di Manokwari serta menetapkan komitmen daerah melalui penerbitan SK Bupati. Peluncuran program ILP juga agar terjadi penggalangan dukungan lintas sektor, serta memperkuat pemahaman peran dan tanggung jawab masing-masing instansi.
ILP akan dijalankan secara terintegrasi oleh Puskesmas, Pustu, dan Posyandu dengan mengedepankan layanan promotif dan preventif berbasis siklus hidup masyarakat. Wakil Bupati Manokwari Mugiyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan ILP menuntut keterlibatan semua pihak, tidak hanya sektor kesehatan.
âILP menuntut komitmen kolektif dari seluruh unsur pemerintahan baik pemerintah kabupaten, distrik, kampung serta masyarakat. Kick off ini adalah momentum strategis untuk membangun pemahaman dan kerja bersama dalam menyukseskan ILP,â kata Mugiyono.
Pemkab Manokwari akan mendukung penuh pelaksanaan ILP, termasuk melalui kebijakan, koordinasi lintas sektor, dan alokasi anggaran. âSaya sudah arahkan agar diterbitkan SK Bupati untuk penetapan Puskesmas ILP dan memastikan program ini masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Harapannya, ILP dapat mendorong peningkatan usia harapan hidup masyarakat Manokwari,â katanya.
Perwakilan Kementerian Kesehatan, dr Wing Irawati, menyampaikan bahwa ILP merupakan bagian dari upaya besar menata layanan kesehatan primer secara komprehensif. Transformasi layanan primer bertujuan memperkuat aspek promotif dan preventif, dengan pendekatan berbasis siklus hidup individu, keluarga, dan masyarakat.
âKonsep ini telah diujicobakan pada 9 lokus pada tahun 2022 dan menunjukkan dampak positif terhadap mutu pelayanan,â jelasnya. Per Juni, tercatat 72,6 persen atau 7.457 dari 10.268 Puskesmas di seluruh Indonesia telah menerapkan ILP.
Kementerian Kesehatan mendorong peningkatan angka ini untuk memperkuat sistem layanan kesehatan dasar secara nasional.
Beras Bantuan
Pada bagian lain, Perum Bulog Cabang Manokwari mulai menyalurkan beras bantuan pangan (bapang) alokasi Juni dan Juli 2025 kepada 29.234 penerima bantuan pangan (PBP).
Kepala Bulog Manokwari Sheika Irawaty, mengatakan wilayah kerja Bulog Manokwari mencakup kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni.
Penyaluran bapang perdana dilakukan kemarin dimulai dari Kelurahan Manokwari Timur, Distrik Manokwari Barat, Manokwari untuk 195 PBP dengan total beras 390 kilogram, sedangkan untuk selanjutnya ke wilayah lainnya hingga 31 Juli 2025.
Sehika menjelaskan dalam penyaluran kali ini setiap PBP menerima total 20 kilogram beras untuk dua bulan: Juni dan Juli.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Perkara Kekerasan Seksual Paman terhadap Ponakan Masuk Tahap Kejaksaan
-
Trauma Healing Pascabencana, Remaja di Tanah Datar Tampilkan Tari Sambut Perantau
-
Puskesmas Ranai Natuna Membuka Layanan Kesehatan Pesona Negeri
-
Memperkuat Peran Perawat pada Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat
-
HUT 'Ngalam' ke-112, Pemkot Malang Luncurkan Busana Khas Daerah Resmi Bernuansa Tradisional dan Kolonial
-
Nakes Berisiko Tinggi Tertular Campak, Kemenkes Perketat Protokol Isolasi di RS
-
Sopir Ngantuk Berat, Kendaraan Pemudik Loncat ke Parit di OKU Timur, Korban Nihil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.