Mendikdasmen: Teknologi AI Bawa Transformasi di Dunia Kerja dan Pendidikan

Rabu, 16 Jul 2025, 20:56 WIB

JAKARTA-Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menghadirkan transformasi besar di berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia kerja dan pendidikan. Di samping sebagai peluang, hal itu juga sebagai tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti menuturkan, kemampuan AI dan robot untuk bekerja tanpa lelah dengan tingkat presisi tinggi menjadikan banyak proses menjadi lebih efisien dan produktif. 

Ket. Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti saat menjadi pembicara utama dalam Kuliah Umum “The Future of Learning: How AI and Digital Literacy are Reshaping Basic Education” di PUCC, Kota Jababeka-Cikarang, Selasa (15/7) — Sumber: istimewa

"Kemajuan ini berdampak pada hilangnya sejumlah jenis pekerjaan tapi juga melahirkan banyak pekerjaan baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya,"ungkapnya saat menjadi pembicara utama dalam Kuliah Umum bertema “The Future of Learning: How AI and Digital Literacy are Reshaping Basic Education” di President University Convention Center (PUCC), Kota Jababeka - Cikarang, Selasa (15/7).

Dalam bidang pendidikan, tantangan juga tak kalah kompleks. Di era digital ini, kebiasaan membaca buku atau berkunjung ke perpustakaan semakin berkurang. Siswa cenderung mengandalkan pencarian cepat melalui internet. “Kini muncul istilah seperti professor download atau doctor download karena semua informasi seolah bisa didapat hanya dengan mengunduh. Padahal, hasilnya belum tentu akurat atau valid. Apalagi sekarang ini, banyak orang hanya ingin pembenaran, bukan kebenaran,” tambahnya.

Untuk menanggapi hal tersebut, Abdul Mu'ti menyebutkan bahwa pemerintah tengah merancang pengintegrasian AI dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. AI direncanakan menjadi bagian dari mata pelajaran pilihan pada ajaran 2025/2026, bersanding kecakapan hidup abad ke-21 lainnya, seperti coding. “Anak-anak kita perlu dikenalkan sejak dini kepada AI. Tapi untuk pelaksanaannya, (sekolah) yang siap saja ya.ng melaksanakan,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, mata pelajaran (mapel) berbasis teknologi informasi ini hanya akan diberlakukan di sekolah yang sudah memiliki sarana yang mumpuni. 

“Karena, pada pelaksanaan kegiatannya, butuh alat-alat yang canggih, jaringan internet yang stabil, sedangkan kita ketahui, belum seluruh sekolah kita ini punya sarana itu,” kata Abdul Mu’ti.

Dari pemberlakuan mapel AI di jenjang SD ini nantinya, Abdul Mu’ti, berharap bisa menjadikan anak-anak di Indonesia memiliki kemampuan dan kecerdasan digital.

Selain pentingnya kemampuan dan kecerdasan digital, Abdul Mu’ti juga menjelaskan betapa pentingnya kreativitas untuk perkembangan inovasi di masa depan. Menurutnya, kreativitas adalah kunci dari lahirnya inovasi. 

“Kreativitas mungkin tidak dapat diajarkan, tapi kita dapat menjadikan kreativitas sebagai kebiasaan. Kreativitas sering kali merupakan awal terbukanya lapangan kerja baru. Inilah saatnya untuk mengkombinasikan kreativitas dan juga keahlian dalam teknologi,” tegas Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa kreativitas tidak hanyalah awal kelahiran berbagai gagasan dan kesempatan baru, tapi juga kunci untuk tetap menjadi relevan di dunia yang dikuasai oleh teknologi saat ini. 

Keunggulan Manusia dari AI

Dia menceritakan, ada satu hal lain yang membedakan manusia dengan AI, yakni perasaan. Mungkin AI dapat menciptakan sebuah lagu, tapi lagu yang dibuat AI tidak dapat memiliki perasaan. Inilah perbedaan antara AI dan manusia, yang dapat mengerti perasaan seorang manusia adalah manusia lainnya. 

Abdul Mu’ti pun mengingatkan bahwa kemampuan yang tidak dapat ditiru oleh AI adalah kunci penting untuk terus bertahan disaat AI mulai digunakan untuk segala hal. Hal inilah yang telah dilaksanakan oleh President University. 

Preuniv sudah mengerti betapa besar perubahan yang terjadi karena keberadaan AI. Hal inilah yang membuat Presuniv tak hanya mendukung perkembangan akademik para mahasiswa, namun juga secara non-akademik seperti musik, olah raga, dan kemampuan non-akademik lainnya.

Selain menghadirka Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti sebagai pembicara utama kuliah umum dibuka oleh pendiri President University, Setyono Djuandi (SD) Darmono, yang dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap arah kebijakan pendidikan nasional.

Dengan berbagai masalah yang kita hadapi saat ini, kami berharap dunia pendidikan dapat menjadi solusi untuk mengatasi dan mengurangi angka pengangguran. "Harapannya, mahasiswa kami tidak hanya menjadi karyawan, tetapi juga mampu memberdayakan diri mereka sendiri,"ucapnya

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.