Konflik Berujung Tragis! Ratusan Siswa MTs Al-Washliyah Sumut Dipaksa Belajar di Tenda
Rabu, 16 Jul 2025, 10:46 WIBKabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara â Ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al?Washliyah di Desa Petumbukan, Kecamatan Galang, tengah menghadapi awal tahun ajaran yang penuh kontroversi. Sejak Minggu dini hari, gedung bekas SMP Negeri 2 Galang yang mereka tempati disegel oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang. Akibatnya, mereka kini terpaksa menuntut ilmu di tepi jalan dan tenda darurat.
Kericuhan ini bermula dari konflik kepemilikan aset: gedung milik Pemkab, sedangkan tanahnya adalah milik yayasan. Sejak Minggu, Satpol PP dan Dinas Pendidikan datang dan memasang gembok di pintu gerbang, meminta Al?Washliyah untuk mengosongkan lokasi dalam dua hari karena bakal digunakan kembali oleh SMPN 2 Galang. Meski demikian, pihak madrasah menegaskan telah ada kesepakatan hibah, bahkan Ketua PW Al?Washliyah Sumut, Dedi Iskandar Batubara, menyatakan insiden ini mengecewakan dan menyebut Pemkab âtidak seriusâ menindaklanjuti komitmennya.
Keesokan harinya, suasana memanas saat guru dan kepala sekolah mencoba menghadang gembok Pemkab. Salah satu guru berapi-api menyuarakan ketidakadilan, âKok tak ada pemberitahuanâ¦the children are from Deli Serdang⦠Ini zholim macem Israel jahudi kalian...â
Di tengah kebingungan siswa, kegiatan belajar pun pindah secara mendadak ke trotoar desa. Beberapa siswi dilaporkan menangis gundah melihat kondisi yang jauh dari rasa nyaman sekolah.
Respons Pemkab, melalui Kepala Dinas Pendidikan Yudi Hilmawan, menyatakan penyegelan dilakukan lantaran gedung masih tercatat sebagai milik daerah dan belum ada penyelesaian status inventarisasi. Bupati Asri Ludin Tambunan mendukung langkah ini, dengan catatan hibah hanya bisa dilakukan jika gedung tidak digunakan: âharus menamatkan dulu⦠membutuhkan waktu 2 tahunâ. Ia juga menuding Ketua DPRD Zakky Shahri telah âmemprovokasiâ massa saat turun ke lokasi.
Sebaliknya, Ketua DPRD Zakky Shahri menegaskan solusi lebih luwes: sistem bergantian antara MTs Al?Washliyah dan SMPN 2 dalam menggunakan gedung. Ia bahkan turun langsung, berjanji menyediakan tenda agar siswa bisa belajar. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, turut angkat bicara dan berencana meninjau lokasi untuk mempercepat solusi hibah aset oleh Pemkab.
Usai tekanan publik dan sorotan media, Pemkab akhirnya mengizinkan siswa kembali belajar namun hanya di tenda darurat yang dipasang di lahan milik Al?Washliyah. Ketua DPRD serta wakilnya ikut membantu pengadaan fasilitas sementara. Meski begitu, akar konflik masih belum tuntas: kepastian legal aset gedung dan tanah belum jelas, sementara dialog formal antara pihak madrasah dan Pemkab masih berjalan.
Siswa MTs Al?Washliyah dan orang tua mereka berharap konflik ini segera diakhiri agar pendidikan berjalan normal kembali. Salah satu siswa pun sempat mengirim pesan haru kepada Presiden, âPak Prabowo, tolong kami, butuh belajar dengan tenang!â
Kericuhan ini bermula dari konflik kepemilikan aset: gedung milik Pemkab, sedangkan tanahnya adalah milik yayasan. Sejak Minggu, Satpol PP dan Dinas Pendidikan datang dan memasang gembok di pintu gerbang, meminta Al?Washliyah untuk mengosongkan lokasi dalam dua hari karena bakal digunakan kembali oleh SMPN 2 Galang. Meski demikian, pihak madrasah menegaskan telah ada kesepakatan hibah, bahkan Ketua PW Al?Washliyah Sumut, Dedi Iskandar Batubara, menyatakan insiden ini mengecewakan dan menyebut Pemkab âtidak seriusâ menindaklanjuti komitmennya.
Keesokan harinya, suasana memanas saat guru dan kepala sekolah mencoba menghadang gembok Pemkab. Salah satu guru berapi-api menyuarakan ketidakadilan, âKok tak ada pemberitahuanâ¦the children are from Deli Serdang⦠Ini zholim macem Israel jahudi kalian...â
Di tengah kebingungan siswa, kegiatan belajar pun pindah secara mendadak ke trotoar desa. Beberapa siswi dilaporkan menangis gundah melihat kondisi yang jauh dari rasa nyaman sekolah.
Respons Pemkab, melalui Kepala Dinas Pendidikan Yudi Hilmawan, menyatakan penyegelan dilakukan lantaran gedung masih tercatat sebagai milik daerah dan belum ada penyelesaian status inventarisasi. Bupati Asri Ludin Tambunan mendukung langkah ini, dengan catatan hibah hanya bisa dilakukan jika gedung tidak digunakan: âharus menamatkan dulu⦠membutuhkan waktu 2 tahunâ. Ia juga menuding Ketua DPRD Zakky Shahri telah âmemprovokasiâ massa saat turun ke lokasi.
Sebaliknya, Ketua DPRD Zakky Shahri menegaskan solusi lebih luwes: sistem bergantian antara MTs Al?Washliyah dan SMPN 2 dalam menggunakan gedung. Ia bahkan turun langsung, berjanji menyediakan tenda agar siswa bisa belajar. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, turut angkat bicara dan berencana meninjau lokasi untuk mempercepat solusi hibah aset oleh Pemkab.
Usai tekanan publik dan sorotan media, Pemkab akhirnya mengizinkan siswa kembali belajar namun hanya di tenda darurat yang dipasang di lahan milik Al?Washliyah. Ketua DPRD serta wakilnya ikut membantu pengadaan fasilitas sementara. Meski begitu, akar konflik masih belum tuntas: kepastian legal aset gedung dan tanah belum jelas, sementara dialog formal antara pihak madrasah dan Pemkab masih berjalan.
Siswa MTs Al?Washliyah dan orang tua mereka berharap konflik ini segera diakhiri agar pendidikan berjalan normal kembali. Salah satu siswa pun sempat mengirim pesan haru kepada Presiden, âPak Prabowo, tolong kami, butuh belajar dengan tenang!â
- Sekolah
- Siswa
- Sengketa Lahan
- deli serdang
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Jadwal Liga Prancis: Lens Lawan Strasbourg, PSG Ditantang Le Havre
-
PT KAI Daop 4 Semarang Siapkan Dua KA Lebaran Tambahan
-
Jelang Ramadan, Pertamina Tambah 100.000 Tabung Elpiji 3 Kg untuk Jambi
-
Seluruh Elemen Bangsa Harus Bersatu
-
Personel Kodam XIII/Merdeka Bersama Masyarakat Bersihkan Pesisir Teluk Manado
-
Mengacu pada PP 18/2021, Sengketa Lahan MAP–Jababeka Infrastruktur Sebenarnya Tidak Perlu Terjadi
-
Pelni Siapkan 751.550 Tiket Sukseskan Angkutan Lebaran 2026
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.