Kaltim Targetkan Swasembada Pangan pada 2026
Rabu, 16 Jul 2025, 03:09 WIBSAMARINDA - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menegaskan bahwa Kaltim sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) ditargetkan sudah mencapai swasembada pangan khususnya komoditas beras pada tahun 2026. Hal itu sejalan dengan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional.
âSwasembada pangan ini menjadi tantangan besar, sekaligus peluang bagi Kaltim. Kita harus bekerja keras bersama, khususnya pemerintah kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan seluruh lahan potensial, termasuk membuka lahan-lahan baru untuk pertanian,â kata Wagub Seno Aji, di Samarinda, Senin (14/7).
Menurut Wagub, penambahan lahan sawah di masing-masing kabupaten dan kota menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung swasembada pangan di Benua Etam. Upaya ini tentu membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak.
âPemprov Kaltim sangat berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada seluruh kabupaten dan kota dalam pengembangan sektor pertanian, baik melalui program pelatihan petani, maupun pendampingan teknis dan lainnya,â ujarnya.
Wagub Seno Aji meminta agar sinergi antara pemerintah kabupaten dan kota dengan pemprov dan juga pemerintah pusat terus diperkuat. Termasuk keterlibatan pemangku kepentingan, seperti KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), harus terus ditingkatkan.
âKita harus bahu-membahu demi mewujudkan masa depan pertanian Kaltim yang mandiri dan berkelanjutan,â ujar Seno Aji.
Dengan kerja keras dan komitmen bersama, Wagub Seno Aji optimistis Kaltim mampu menjawab tantangan ini dan menjadi provinsi yang mandiri dalam penyediaan pangan, khususnya komoditas beras.
Kebutuhan beras di Kaltim per tahun diperkirakan mencapai 350 ribu ton. Namun, produksi beras lokal hanya mampu memenuhi sekitar 170 ribu ton.
Produksi beras lokal di Kaltim dihasilkan oleh dua daerah, yakni Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Untuk memenuhi defisit beras tersebut, Kaltim bergantung dari wilayah yang memiliki surplus produksi beras, seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan beberapa daerah lain di Kalimantan.
Selain itu, Bulog juga mendistribusikan beras dari stok nasional yang berasal dari berbagai daerah ke Kaltim.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengembangkan lima kawasan perdesaan berbasis pertanian secara terintegrasi, sebagai langkah mewujudkan ketahanan pangan sesuai dengan potensi masing-masing.
âLima kawasan perdesaan untuk mendukung ketahanan pangan tersebut dialokasikan anggaran dari APBD senilai Rp100 miliar per tahun,â kata Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kukar, Arianto. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menkes Targetkan Indonesia Produksi Sendiri 15 Antigen Sebelum 2029
-
418 Lulusan Sespim Siap Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global dan Era Digital
-
Program Future Ready Diluncurkan, Hubungkan Pelatihan Digital dengan Peluang Kerja
-
Raksasa Otomotif Dunia Goyah! 100 Ribu Pekerja VW Terancam Depak Imbas Laba Anjlok Parah
-
Masalah Pupuk Bersubsidi, Menko Pangan Jamin Tetap Aman untuk Petani
-
Khitanan Massal Digelar Saat Libur Sekolah di Kota Solok
-
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Gunakan Masker
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.