Ben Shelton Ukir Sejarah, Juara Turnamen Masters 1000 Kanada Dua Tahun Beruntun

Jumat, 14 Agu 2026, 11:06 WIB

MONTREAL — Petenis Amerika Serikat Ben Shelton kembali menunjukkan perkembangan pesat dalam kariernya. Shelton berhasil menjuarai turnamen Masters 1000 di Montreal setelah mengalahkan kompatriotnya, Brandon Nakashima, 6-3, 7-6 (7-4) pada laga final, Jumat (14/8).

Gelar tersebut membuat Shelton mencatat pencapaian istimewa: juara Masters 1000 di Kanada dalam dua tahun berturut-turut, setelah sebelumnya mengangkat trofi di Toronto pada tahun 2025.

Ket. Foto: Ben Shelton. — Sumber: ATP

Shelton juga meraih gelar tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen. Ini menjadi trofi ketujuh dalam kariernya sekaligus gelar keempatnya pada musim 2026.

“Bisa bermain seperti yang saya lakukan di sini, melewati turnamen tanpa kehilangan satu set pun, menunjukkan kerja keras yang sudah saya lakukan dan ketangguhan mental saya,” kata Shelton.

Kemenangan tersebut juga membawa Shelton naik dari peringkat ke-10 menuju posisi keenam dunia.

Pencapaian itu terasa semakin istimewa mengingat perjalanan Shelton di level Masters 1000 musim ini sebelumnya jauh dari mulus. Sebelum tampil di Montreal, ia hanya memenangkan satu pertandingan dari lima penampilan Masters 1000 sepanjang 2026.

“Saya mampu tetap fokus sepanjang pekan ini. Musim saya tidak berjalan mudah,” ujar petenis 23 tahun tersebut. “Saya bermain sampai batas kemampuan tertinggi saya. Saya bahkan tidak punya kata-kata untuk menggambarkannya.”

Dengan kemenangan di Montreal, Shelton bergabung dengan deretan nama besar yang berhasil menjuarai turnamen Masters 1000 di Kanada dalam dua tahun berturut-turut pada abad ke-21.

Ia menyamai pencapaian Andy Murray, Novak Djokovic dan Rafael Nadal.

Final di Montreal juga menjadi final Masters 1000 pertama yang mempertemukan dua petenis Amerika Serikat sejak Andy Roddick menghadapi Mardy Fish di Cincinnati 23 tahun lalu.

Bahkan, ini merupakan final sesama petenis Amerika pertama di Kanada sejak 1995, ketika Andre Agassi berhadapan dengan Pete Sampras.

Nakashima sebenarnya mengawali pertandingan dengan agresif. Ia langsung melepaskan empat ace pada gim pembuka. Namun, Shelton tetap tenang dan terus memberikan tekanan melalui pukulan-pukulan keras dari baseline.

Setelah kedua pemain mempertahankan servis masing-masing, Shelton akhirnya mendapatkan peluang break pada gim ketujuh dan langsung memanfaatkannya. Ia kemudian menutup set pertama 6-3.

Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Nakashima berusaha meningkatkan agresivitas dan beberapa kali menekan servis Shelton.

Namun, Shelton mampu menjaga ketenangannya. Ia sempat unggul 6-5 setelah menghasilkan dua ace. Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui tie-break.

Pada situasi krusial tersebut, Shelton kembali menunjukkan kualitas mentalnya. Ia mengakhiri pertandingan dengan forehand winner yang mengarah tepat ke sudut lapangan dan tidak mampu dijangkau Nakashima.

Kemenangan itu memastikan Shelton mempertahankan rekor sempurnanya atas Nakashima. Ia kini telah mengalahkan kompatriotnya tersebut dalam enam pertemuan.

Salah satu fakta menarik dari musim Shelton adalah kemampuannya memenangkan turnamen di berbagai jenis lapangan. Empat gelarnya pada 2026 diraih di empat turnamen yang dimainkan di permukaan berbeda.

Ia memenangkan turnamen di Dallas pada lapangan keras indoor, Munich di lapangan tanah liat, Stuttgart di lapangan rumput, dan kini Montreal di lapangan keras.

Final Montreal juga hanya berlangsung 87 menit, memperlihatkan betapa efektifnya Shelton sepanjang pertandingan.

Setelah kesuksesan di Montreal, Shelton langsung mengalihkan perhatian ke Cincinnati Masters yang sedang berlangsung di Amerika Serikat. Ia datang dengan modal luar biasa berupa 12 kemenangan beruntun di Kanada.

Turnamen Cincinnati menjadi ajang besar terakhir sebelum US Open dimulai pada 30 Agustus.

Bagi Shelton, momentum tersebut sangat penting. Setelah sempat kesulitan pada awal musim Masters 1000, petenis Amerika itu kini justru menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan menjelang Grand Slam terakhir tahun ini.

Dua gelar Masters 1000 Kanada secara beruntun sekaligus lonjakan ke peringkat enam dunia membuat Shelton semakin dekat dengan jajaran elite tenis putra.

Jika mampu mempertahankan performa di Cincinnati, kepercayaan dirinya akan menjadi salah satu modal terbesar menghadapi US Open.

  • Ben Shelton
  • ATP
  • atp masters 1000

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.