Starlink Tunda Penerimaan Pelanggan Baru karena Kapasitas Penuh di Indonesia

Selasa, 15 Jul 2025, 14:20 WIB

JAKARTA - Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, mengumumkan pada awal pekan ini bahwa mereka menghentikan sementara registrasi pengguna baru di seluruh wilayah Indonesia setelah slot kapasitas jaringan yang tersedia terjual habis, keputusan yang praktis membuat calon pelanggan harus menunggu tanpa batas waktu jelas hingga kapasitas tambahan diaktifkan. Pemberitahuan resmi tersebut disampaikan melalui laman pemesanan Starlink, dan menjadi sinyal pertama bahwa lonjakan permintaan internet satelit di nusantara melebihi proyeksi awal perusahaan sejak layanan ini diresmikan satu tahun lalu.

“Layanan Starlink saat ini tidak tersedia untuk pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitasnya telah habis terjual di seluruh Indonesia,” demikian terjemahan pernyataan tunggal yang terpampang dalam kotak dialog di situs resmi Starlink.

Ket. Foto: — Sumber: Anadolu Agency

Pernyataan itu sekaligus mematahkan dugaan sebagian calon pengguna yang menduga masalah teknis hanya terjadi di pulau-pulau padat penduduk seperti Jawa atau Bali, karena keterangan resmi menegaskan keterbatasan kapasitas memang berskala nasional.

Lebih lanjut, Starlink menegaskan bahwa penghentian sementara tidak hanya berlaku bagi pendaftar baru melalui jalur daring, melainkan juga mencakup proses aktivasi perangkat yang telah dibeli secara luring melalui distributor mitra maupun penjual peralatan pihak ketiga di berbagai kota, sebuah kebijakan seragam yang diambil guna mencegah penambahan beban pada jaringan orbit yang sudah mencapai titik jenuh. Kebijakan “freeze” aktivasi perangkat ini berarti pengguna yang terlanjur membeli perangkat terminal tetapi menunda aktivasi juga harus bersabar sampai perusahaan menyatakan kapasitas tambahan telah tersedia dan izin aktivasi kembali dibuka.

“Pelanggan masih dapat menyetorkan deposit untuk bergabung dalam daftar tunggu, dan akan menerima pemberitahuan ketika layanan tersedia kembali,” pengumuman Starlink 

Pernyataan itu kemudian dilanjutkan dengan penegasan, “Perlu kami sampaikan bahwa kami belum dapat memberikan estimasi kapan layanan dibuka, tetapi tim kami terus bekerja sama dengan otoritas lokal agar Starlink dapat dioperasikan di Indonesia secepat mungkin,” 

Penghentian pendaftaran ini terjadi hanya sekitar empat belas bulan setelah layanan Starlink diresmikan pada 19 Mei tahun lalu dalam sebuah seremoni di Bali yang turut dihadiri langsung oleh Elon Musk, pendiri SpaceX, dan saat itu dipuji sebagai solusi akses internet di daerah terpencil yang sulit dijangkau infrastruktur darat. Sejak peresmian tersebut, Starlink dilaporkan mengalami lonjakan pengguna di pelosok desa, lembaga kesehatan, hingga pelaku usaha perikanan di wilayah timur Indonesia, sehingga tidak mengherankan jika kapasitas awal konstelasi satelit akhirnya terserap lebih cepat daripada estimasi internal.

Pengamat telekomunikasi mencatat bahwa pemberhentian registrasi ini mencerminkan dinamika klasik penyedia layanan satelit generasi baru yakni siklus ekspansi cepat disusul penataan ulang kapasitas orbit dan penambahan gerbang komunikasi di darat yang menuntut koordinasi erat dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta lembaga terkait spektrum frekuensi.

Sementara itu, bagi calon pelanggan di pedesaan yang sudah menaruh harapan besar pada koneksi internet satelit, masa tunggu ini diperkirakan menjadi ujian kesabaran, sembari menantikan langkah Starlink menambah satelit Low-Earth Orbit baru dan memperluas stasiun gerbang agar dapat kembali menerima pelanggan di Indonesia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.