Misi Balas Dendam Sinner Hadapi Alcaraz di Final Wimbledon

Minggu, 13 Jul 2025, 07:00 WIB

LONDON, INGGRIS - Panggung utama tenis dunia akan menyuguhkan duel klasik modern saat Carlos Alcaraz menantang Jannik Sinner dalam final Wimbledon, Senin (14/7) dini hari WIB, memperpanjang rivalitas mereka yang kini mendominasi era baru tenis putra.

Sejak awal 2024, keduanya telah membagi enam dari delapan gelar Grand Slam terakhir secara merata, menjadikan pertemuan mereka sebagai poros kekuatan baru pasca-era legendaris "Big Three", Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic.

Ket. Foto: Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz — Sumber: AFP

Alcaraz, juara bertahan dua kali, dikenal dengan gaya flamboyan dan karismanya di Centre Court. Sebaliknya, Sinner, petenis nomor satu dunia, tampil seperti versi baru Djokovic: efisien, tenang, dan hampir tanpa celah.

Namun, statistik memihak Alcaraz. Petenis Spanyol berusia 22 tahun itu unggul 8-4 dalam rekor pertemuan, termasuk lima kemenangan beruntun atas Sinner. Pertemuan terakhir mereka adalah final Prancis Open bulan lalu,sebuah duel lima set berdurasi lima setengah jam, di mana Alcaraz bangkit dari ketertinggalan dua set dan menyelamatkan tiga match point untuk mempertahankan gelar Roland Garros.

Meski demikian, Alcaraz tak menganggap hasil di Paris sebagai keunggulan mental. "Saya yakin dia akan belajar banyak dari final French Open," kata Alcaraz. "Dia akan lebih siap secara fisik dan mental, dan pasti akan memberi 100 persen."

Sinner sendiri mengaku tak terganggu oleh kekalahan di Paris. “Kalau saya terlalu memikirkannya, saya takkan ada di posisi ini sekarang,” ujar petenis Italia berusia 23 tahun itu. "Saya sangat senang bisa kembali berbagi lapangan dengan Carlos. Ini akan sulit, saya tahu. Tapi saya menantikan laga ini. Hari Minggu di turnamen seperti ini selalu terasa istimewa."

Alcaraz kini dalam performa terbaik sepanjang karirnya, membukukan 24 kemenangan beruntun dan tak terkalahkan di Wimbledon sejak 2022. Namun Sinner adalah orang terakhir yang mengalahkannya di All England Club, saat menang di babak keempat tiga tahun lalu.

Keduanya menapaki jalan yang tidak sepenuhnya mulus menuju final. Alcaraz dipaksa bermain lima set oleh Fabio Fognini di putaran pertama dan kehilangan set di tiga pertandingan lainnya. Sinner sempat dihadang ketat oleh Grigor Dimitrov, yang memimpin dua set sebelum mundur karena cedera. Namun sejak itu, ia melaju mulus, mengalahkan Ben Shelton dan menghancurkan Djokovic di semifinal.

Final ini menjadi ajang pembuktian sekaligus laga penentu supremasi. Jika menang, Alcaraz akan menjadi bagian dari klub elite peraih tiga gelar Wimbledon berturut-turut di era Open, menyusul jejak Bjorn Borg, Pete Sampras, Federer, dan Djokovic.

Namun Sinner, yang tahun ini sudah menjuarai Australia Open dan US Open, meski sempat terjerat skorsing tiga bulan karena kasus doping kontroversial, bertekad menjadi penghalang utama Alcaraz.

Bahkan Djokovic pun kesulitan memilih pemenang. “Kalau harus memilih, saya beri sedikit keunggulan pada Carlos karena dia sudah dua kali juara di sini dan sedang sangat percaya diri,” ujar peraih tujuh gelar Wimbledon itu.

“Tapi hanya sedikit saja, karena Jannik sedang memukul bola dengan luar biasa. Ini akan jadi pertandingan yang sangat ketat, seperti di Paris.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.