Pemprov DKI Masih Kaji Pelaksanaan Car Free Night di Jakarta

Jumat, 11 Jul 2025, 14:30 WIB

JAKARTA - Wacana pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jakarta masih dalam tahap pengkajian oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengakui bahwa penerapan CFN tidak semudah Car Free Day (CFD) yang sudah berjalan bertahun-tahun di Ibu Kota.

Menurut Rano, tantangan terbesar dalam pelaksanaan CFN terletak pada aspek teknis dan sosialisasi kepada masyarakat. Ia menilai masyarakat Jakarta sudah terbiasa dengan CFD yang rutin digelar pada Minggu pagi di ruas-ruas jalan protokol. Namun, penerapan jalan bebas kendaraan di malam hari akan membutuhkan penyesuaian baru, baik dari sisi pengguna jalan, transportasi umum, hingga pelaku usaha yang beraktivitas di malam hari.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

“Sebetulnya car free night harus jalan, tapi memang nggak bisa sekaligus dengan kegiatan besar seperti CFD. Teknisnya agak sulit, crowd malam hari juga beda, makanya harus ada sosialisasi ke masyarakat,” ujar Rano di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (11/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa Pemprov DKI sempat merencanakan pelaksanaan CFN bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam. Namun, rencana tersebut akhirnya ditunda setelah dilakukan analisis mendalam terkait potensi kerumunan dan tantangan teknis di lapangan.

“Kegiatan Muharam tetap berjalan, tapi tidak kita gabung dengan CFN. Anak-anak yatim tetap dapat santunan, total hampir 3.000 anak. Tapi car free night-nya ditunda dulu,” jelasnya.

Meskipun demikian, Rano menegaskan bahwa rencana CFN belum dibatalkan. Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah uji coba pelaksanaan secara terbatas di kawasan Dukuh Atas hingga Jalan Thamrin. Ia berharap uji coba ini bisa memberikan gambaran awal mengenai pola pengaturan lalu lintas serta tingkat antusiasme masyarakat terhadap program tersebut.

“Sebetulnya antara Dukuh Atas dengan Thamrin. Kita mau coba di situ dulu. Karena sebetulnya orang Jakarta sudah paham dari mana. Memang nggak mungkin bisa terlalu panjang. Karena teknisnya tidak semudah seperti itu,” ujarnya.

Rano menekankan pentingnya komunikasi publik dan edukasi untuk memastikan masyarakat memahami konsep CFN. Ia optimistis jika sosialisasi dilakukan secara tepat, warga Jakarta akan mendukung CFN sebagai alternatif kegiatan publik di malam hari, yang tetap menjaga kelancaran lalu lintas.

“Kalau car free night ini memang harus membuat sosialisasi. Harus dibahas,” pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.