Wamen UMKM: Cirebon Punya Fondasi Kuat Kembangkan Pusat Wirausaha
📅 Rabu, 09 Jul 2025, 16:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
CIREBON – Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Helvi Moraza, menyebut bahwa Kota Cirebon, Jawa Barat, memiliki fondasi ekonomi kuat untuk pengembangan pusat pertumbuhan wirausaha yang inovatif dan berdaya saing.
“Cirebon itu kota dagang. Masyarakatnya banyak bergerak di usaha mikro. Ini fondasi yang kuat untuk membangun wirausaha yang lebih besar dan terstruktur,” kata Helvi di Cirebon, Rabu (9/7).
Ia menjelaskan karakteristik masyarakat Cirebon yang lekat dengan aktivitas perdagangan perlu didukung melalui ekosistem wirausaha yang berkelanjutan, sehingga pelaku UMKM lokal dapat berkembang dan naik kelas.
Menurut dia, kekuatan ekonomi Cirebon tidak hanya ditopang oleh sektor perdagangan, namun juga industri pengolahan, pariwisata, jasa pengiriman, dan layanan digital yang kini terus bertumbuh.
“Banyak pelaku mikro di Cirebon yang sudah punya produk dan hasil nyata. Sekarang mereka butuh akses untuk tumbuh lebih besar, dan itu yang kami fasilitasi,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Helvi menuturkan pemerintah saat ini berupaya mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti perguruan tinggi, lembaga pembiayaan serta calon konsumen.
“Ini ruang kolaborasi agar pelaku usaha tidak hanya dapat motivasi, tapi juga eksekusi. Tadi dalam kegiatan Entrepreneur Hub hadir juga dari BRI yang siap menindaklanjuti (produk UMKM Cirebon),” katanya.
Upaya pengembangan wirausaha, kata dia, harus dimulai dari perubahan pola pikir, bahwa berwirausaha merupakan pilihan yang dirancang dengan visi dan rencana, bukan karena keterpaksaan.
Ia menyebutkan berbagai program yang diterapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah, bisa menjadi awal dari gerakan kolektif untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
“Kita ingin lebih banyak wirausaha yang tumbuh dari Cirebon, bahkan sampai ke pasar internasional,” ujarnya.
Terkait dukungan pembiayaan, Helvi menyampaikan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2025 secara nasional sebesar Rp300 triliun, dengan realisasi yang terus berjalan saat ini.
“Kami yakin, target tersebut bisa tercapai,” ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!