Selamatkan Laut, KKP dan SEAFDEC Bersihkan Mikroplastik

Minggu, 06 Jul 2025, 11:30 WIB

JAKARTA - Partikel mikroplastik dapat terakumulasi dalam tubuh organisme laut, dan ketika organisme yang lebih besar memakan organisme yang lebih kecil, mikroplastik dapat berpindah ke tingkat trofik yang lebih tinggi dalam rantai makanan, termasuk ikan yang dikonsumsi manusia. 

Konsumsi ikan dan makanan laut yang terkontaminasi mikroplastik dapat berpotensi membahayakan kesehatan manusia, karena mikroplastik dapat melepaskan zat kimia berbahaya dan bahkan membawa patogen. 

Ket. Foto: Kepala BPPSDM Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta (tengah) dalam workshop di Jakarta pada 2-3 Juli 2025. — Sumber: ANTARA/HO-Humas KKP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Southeast Asian Fisheries Development Center/Inland Fishery Resources Development and Management Department (SEAFDEC/IFRDMD) bekerja sama meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk meminimalisir polusi mikroplastik di laut.

"Polusi mikroplastik merupakan tantangan lintas batas yang terus berkembang yang membutuhkan perhatian mendesak dan tindakan kolaboratif," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta sebagaimana keterangan di Jakarta, Sabtu (5/7).

Sinergi tersebut terwujud dalam Workshop on Mitigation and Strategic Policy for Combating Microplastic Pollution for Marine and Freshwater Fisheries in Southeast Asia Region:" Advancing the Blue Economy through Strategies for Managing Plastic Pollution in Aquatic Systems" di Jakarta pada 2-3 Juli.

Kegiatan tersebut turut didukung oleh Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF), dengan dihadiri sekitar 40 peserta dari negara-negara Asia Tenggara dan Jepang.

Nyoman mengatakan dengan berfokus pada mitigasi polusi mikroplastik, pihaknya mengambil langkah penting untuk membangun ekosistem perairan yang lebih sehat sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.

"Kekhawatiran global terhadap polusi plastik laut meningkat, urgensi yang sama harus diberikan kepada sistem air tawar-terutama yang mendukung perikanan darat dan masyarakat lokal," ujarnya Nyoman.

Ia menuturkan KKP telah meluncurkan beberapa inisiatif sebagai bagian dari komitmen untuk mengatasi masalah tersebut antara lain Bulan Cinta Laut, sebuah kampanye nasional yang melibatkan nelayan dan masyarakat lokal dalam membersihkan sampah laut dan mempromosikan pengelolaan laut.

Selain itu penanganan Abandoned, Derelict, Lost, Fishing Gear (ADLFG), dan pengelolaan sampah di pelabuhan perikanan, serta memperkuat penegakan kebijakan dan memperluas kampanye pendidikan inklusif tentang konservasi laut dan air tawar.

Nyoman melanjutkan, lokakarya itu menawarkan kesempatan untuk bertukar pengalaman, menghasilkan ide-ide inovatif, dan menyusun kebijakan berwawasan ke depan untuk meningkatkan kesehatan perikanan dan lingkungan perairan.

Menurutnya dengan bekerja sama lintas batas dan disiplin ilmu, pihaknya dapat mencapai solusi yang dapat ditindaklanjuti, terintegrasi, dan berdampak.

Sementara itu Deputy Secretary General of SEAFDEC Koichi Tahara berharap lokakarya itu akan mendorong kerja sama yang lebih erat, menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti.

"Dan membangun mekanisme bersama yang jelas untuk memantau dan mengurangi polusi plastik," kata Koichi.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut mikroplastik merupakan masalah pencemaran laut serius karena dapat mengancam keberlanjutan populasi perikanan di dalamnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.