Faith Kipyegon Pecahkan Rekor Dunia Lari 1.500 Meter di Eugene
Minggu, 06 Jul 2025, 11:10 WIBEUGENE, AMERIKA SERIKAT â Faith Kipyegon kembali menorehkan sejarah. Pelari asal Kenya yang juga juara Olimpiade tiga kali itu memecahkan rekor dunia lari 1.500 meter putri miliknya sendiri, dengan catatan waktu luar biasa 3 menit 48,68 detik dalam ajang Diamond League di Eugene, Oregon, Minggu (6/7).
Catatan itu mematahkan rekor sebelumnya, 3:49,04, yang juga ia torehkan dalam seri Diamond League di Paris pada 7 Juli 2024. Hebatnya, ini adalah lomba 1.500 meter pertamanya musim ini, menjadikan pencapaian ini semakin impresif.
Sebelumnya, Kipyegon sempat gagal dalam percobaannya menjadi perempuan pertama yang menembus empat menit dalam lomba satu mil di Paris pada 26 Juni. Namun, ia menyebut bahwa persiapan menuju tantangan tersebut telah memberi dorongan besar bagi performa utamanya di nomor 1.500 meter.
âSaya menyiapkan diri untuk sesuatu yang spesialâberlari di bawah empat menit di satu mil,â ujar Kipyegon. âDan saya terus mendorong diri saya sendiri, semakin baik dari hari ke hari untuk nomor 1.500. Jadi saya tahu, saya masih bisa menembus waktu 3:49.â
Upaya âBreaking 4â di Paris dibantu oleh dukungan teknis maksimal, termasuk pakaian balap khusus dan sepatu Victory Elite FK generasi baru. Namun menurut Kipyegon, catatan di Eugene justru menjadi penanda penting menuju Kejuaraan Dunia Atletik di Tokyo pada bulan September.
âIni jalan menuju Tokyo. Dan saya rasa saya sedang berada di jalur yang tepat,â kata pelari berusia 31 tahun itu. Ia masih mempertimbangkan apakah akan tampil di dua nomor sekaligus, 1.500 meter dan 5.000 meter, di Tokyo nanti.
Di belakang Kipyegon, pelari Ethiopia Diribe Welteji finis kedua dengan waktu 3:51,44, melewati Jessica Hull dari Australia yang sebelumnya sempat menempel ketat hingga lap terakhir. Hull harus puas di posisi ketiga dengan catatan 3:52,67.
âUntuk seseorang yang terus muncul dan melakukannya lagi dan lagi, dia benar-benar fenomenal,â kata Hull tentang Kipyegon. âDia tahu saya akan ada di dekatnya kali ini, jadi dia benar-benar menekan sejak 500 meter terakhir.â
Kemenangan ini tidak hanya memperkokoh dominasi Kipyegon di nomor 1.500 meter, tapi juga mengirimkan sinyal kuat bahwa ia masih menjadi pelari yang harus dikalahkan di setiap kejuaraan besar.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Jelang Perayaan Natal, Polisi Perketat Pengamanan Gereja di Jakpus
-
Gaet Antea Turk Cicit Buyut Keluarga WR Soepratman, Pagelaran Musik Hening Sukses Digelar, Suguhkan 4 Babak Penampilan Memukau!
-
KSEI Ingatkan: Emiten Wajib Ikut Jaga Pertumbuhan, Bukan Cuma IPO Lalu Lenyap!
-
Chelsea Uji Konsistensi Arsenal
-
Gunung Purba Hayli Gubbi di Ethiopia Meletus, Penerbangan India Siaga
-
Saham Transportasi dan Logistik Ngebut! IHSG Melaju Kencang di Akhir Perdagangan
-
Ada Apa Ini? Makin Banyak Warga Jepang yang Pergi ke Luar Negeri Bawa Pulang Beras
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.