Guardiola Pahami Kritik Klopp terhadap Piala Dunia Antarklub
Selasa, 01 Jul 2025, 08:00 WIBORLANDO, AMERIKA SERIKAT â Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku memahami kritik pedas Jurgen Klopp terhadap format baru Piala Dunia Antarklub yang disebut mantan manajer Liverpool itu sebagai âide terburuk yang pernah diterapkan dalam sepak bolaâ.
Meski demikian, Guardiola tetap menyatakan ambisinya untuk membawa City menjuarai turnamen yang kini diperluas oleh FIFA dan digelar di Amerika Serikat musim panas ini. Ia menilai banyak pihak yang mengkritik justru datang dari klub-klub yang gagal lolos ke turnamen tersebut.
âJurgen dan saya telah berjuang bersama dalam banyak kesempatan. Saya tahu dari mana kritik itu berasal,â ujar Guardiola.
âKami pernah bersama-sama menghadiri pertemuan UEFA, terutama membahas padatnya kalender Premier League. Kami ingin meningkatkan kualitas, memberi waktu istirahat bagi pemain dan pelatih. Jadi saya tidak terkejut dengan komentarnya. Saya memahaminya, dan saya menghormatinya,â lanjut pelatih asal Catalan itu.
Klopp, yang kini menjabat sebagai âhead of global soccerâ di Red Bull, sebelumnya menyuarakan kekhawatiran dalam wawancara dengan Welt am Sonntag terkait padatnya jadwal yang berisiko mengorbankan kebugaran fisik dan mental pemain. Ia menilai tidak ada lagi waktu bagi para pemain untuk benar-benar pulih.
Meski memahami pandangan tersebut, Guardiola menegaskan bahwa sebagai pelatih, ia tetap mengikuti regulasi dari FIFA, UEFA, dan liga-liga domestik.
âKami di sini menjalani pekerjaan kami. FIFA, UEFA, Premier League, Serie Aâmerekalah yang menyusun jadwal kompetisi. Para pelatih tidak punya andil dalam mengaturnya. Tapi saya sudah sering bilang, saya bangga berada di sini,â tegasnya.
âBanyak tim mengeluhkan turnamen ini karena mereka tidak lolos. Tapi kalau mereka di sini, mereka pasti senang. Media mereka akan hadir, para suporter mereka akan datang, dan ada pemasukan dari partisipasi ini. Mereka pasti bahagia kalau bisa berada di sini.â
City sendiri datang ke turnamen dengan status dominan di Premier League, memenangi enam dari delapan gelar terakhir. Dua sisanya diraih oleh Liverpool, termasuk musim lalu.
Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, bahkan menyebut bahwa Liverpool dan Arsenal memiliki keuntungan jelang musim baru karena tidak bermain di Piala Dunia Antarklub dan bisa memberikan waktu istirahat lebih panjang bagi para pemain.
Guardiola menanggapi dengan tenang: âSaya mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, karena kalau dipikirkan terus bisa bikin cemas. Jadi saya lebih memilih rileks, menikmati hari-hari di sini, suasana yang positif, dan mencoba menjuarai turnamen ini.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
KTT New Delhi: BRICS Sepakat Bentuk Bursa Gandum Bersama
-
Deretan Pelatih Baru Siap Unjuk Gigi di UEFA Nations League 2026-27
-
Momen Tepat Kehadiran Penyerang Asal Kroasia Memperkuat Persija Jelang El Clasico Melawan Persib
-
10.600 Suporter Siap Penuhi Stadion Surajaya untuk Nonton Pertandingan Persela Vs Persis
-
Hujan 8 Gol di Etihad, Manchester City Kalahkan Sunderland 5-3
-
Erdogan Bersiap Kunjungi Suriah, Hubungan Ankara-Damaskus Makin Mesra
-
Ekspor Ikan RI Semester 1 2026 Tembus Rp 52,6 Triliun ke 152 Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.