IHSG Ditutup Menghijau! Angin Segar dari AS Bikin Pasar Bergairah

Senin, 30 Jun 2025, 17:21 WIB

JAKARTA – Pergerakan IHSG mencerminkan optimisme atau pesimisme investor terhadap pasar saham dan ekonomi secara umum. Tren kenaikan IHSG menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi, sementara penurunan menunjukkan kekhawatiran.

Investor menggunakan IHSG sebagai salah satu faktor penting dalam mengambil keputusan investasi. Mereka dapat menganalisis tren IHSG untuk melihat apakah pasar sedang bullish (tren naik) atau bearish (tren turun), dan kemudian menyesuaikan strategi investasi mereka.

Ket. Foto: Bursa Efek Indonesia. — Sumber: Antara.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/6) sore, ditutup menguat 30,28 poin atau 0,44 persen ke posisi 6.927,68, seiring optimisme kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan negara mitra dagang. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,07 poin atau 0,27 persen ke posisi 772,65.

"IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat, di topang harapan kesepakatan dagang dan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mendukung prospek pemangkasan suku bunga The Fed," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (30/6).

Dari mancanegara, AS dan Tiongkok mencapai konsensus untuk mengklarifikasi aspek-aspek utama kerangka kerja perdagangan mereka.

Berdasarkan perjanjian itu, Tiongkok akan menyederhanakan persetujuan untuk aplikasi ekspor barang-barang yang dikendalikan, sementara AS akan mencabut beberapa tindakan pembatasan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan fleksibilitas menjelang batas waktu tarif pada 9 Juli 2025.

Namun demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati karena pesan yang beragam dari pemerintah terus menciptakan ketidakpastian mengenai negara mana yang hampir menyelesaikan kesepakatan perdagangan dan negosiasi mana yang masih terhenti.

Sementara itu, Data PDB AS pada kuartal I mengalami kontraksi 0,5 kuartal on kuartal (qoq) sehingga mencerminkan penurunan daya beli konsumen, tentunya mendorong ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga.

Dari Tiongkok, Biro Statistik Tiongkok mengungkapkan indeks manufaktur Tiongkok, meskipun masih di zona kontraksi namun meningkat menjadi 49,7 pada bulan Juni 2025 dari sebelumnya 49,5 pada bulan Mei.

Peningkatan ini dukungan kebijakan berkelanjutan dari pemerintahan Tiongkok untuk meningkatkan permintaan domestik, sehingga memberikan harapan akan ada stimulus yang diberikan pemerintah Tiongkok.

Sebelumnya, perdana Menteri Li Qiang menyuarakan optimisme tentang prospek negara tersebut, menekankan rencana untuk mengubah Tiongkok menjadi pusat konsumsi berukuran besar untuk mendukung basis manufakturnya.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 3,31 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor transportasi & logistik yang naik masing- masing sebesar 2,31 persen dan 1,19 persen.

Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor keuangan yang turun sebesar 0,41 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang turun sebesar 0,30 persen dan 0,41 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BTPN, KRYA, MTLA, JAYA dan BBS Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BNLI, CLPI, INPS, JSPT dan EURO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.156.959 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,13 miliar lembar saham senilai Rp13,64 triliun. Sebanyak 357 saham naik 228 saham menurun, dan 205 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 321,93 poin atau 0,80 persen ke 40.472,00, indeks Shanghai melemah 20,20 poin atau 0,59 persen ke 3.444,19, indeks Hang Seng melemah 211,27 poin atau 0,87 persen ke posisi 24.072,31, dan indeks Straits Times melemah 1,91 poin atau 0,05 persen ke 3.964,09.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.