- Home
-
- Luar Negeri
-
- Timbulkan Masalah Privasi,...
Timbulkan Masalah Privasi, Jerman Mendesak Apple dan Google untuk Menghapus Aplikasi AI DeepSeek
Minggu, 29 Jun 2025, 09:48 WIBBERLIN - Komisaris Berlin untuk perlindungan data dan kebebasan informasi, Meike Kamp, pada Jumat (27/6) menuduh perusahaan kecerdasan buatan (AI) Tiongkok, DeepSeek, telah mentransfer data pengguna secara ilegal ke Tiongkok.
Dikutip dari Euro News, Meike Kamp melaporkan DeepSeek ke Apple dan Google dan meminta perusahaan Amerika tersebut untuk menghapus DeepSeek dari toko aplikasi mereka.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, Kamp mengatakan DeepSeek tidak memberikan "bukti yang meyakinkan" bahwa data pengguna dilindungi, seperti yang diwajibkan oleh hukum Uni Eropa.
âPengalihan data pengguna oleh DeepSeek ke Tiongkok adalah tindakan yang melanggar hukum,â kata Kamp , seraya menambahkan bahwa âotoritas Tiongkok memiliki hak akses yang luas terhadap data pribadi dalam lingkup pengaruh perusahaan-perusahaan Tiongkokâ.
âSelain itu, pengguna DeepSeek di Tiongkok tidak memiliki hak yang dapat ditegakkan dan solusi hukum efektif yang dijamin di Uni Eropa,â kata Kamp.
Dia mengatakan bahwa Apple dan Google sekarang harus meninjau laporan tersebut dan memutuskan apakah akan menghapus aplikasi tersebut.
Kamp mengatakan bahwa kantornya telah meminta DeepSeek untuk mematuhi undang-undang Uni Eropa terkait transfer data ke luar blok tersebut atau menarik aplikasinya dari Jerman, tetapi DeepSeek belum mengambil pilihan mana pun.
Berdasarkan Peraturan Perlindungan Data Umum (General Data Protection Regulation /GDPR) Uni Eropa, perusahaan dilarang mengirimkan data ke luar kawasan kecuali ada perlindungan khusus yang diterapkan di negara tempat data tersebut dikirim.
DeepSeek membuat gebrakan pada bulan Januari ketika meluncurkan model AI-nya, mengklaim model tersebut dibuat dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan pesaingnya.
Namun penelitian menunjukkan adanya kekhawatiran atas keamanan siber dan keselamatan, termasuk kerentanan DeepSeek-R1 dalam menghasilkan konten yang berbahaya dan bias.
Karena merupakan perusahaan yang berpusat di Tiongkok, undang-undang negara tersebut menyatakan bahwa data apa pun yang dibagikan di aplikasi seluler dan web dapat diakses oleh badan intelijen Tiongkok, yang juga menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional.Â
Italia melarang DeepSeek dari toko aplikasinya pada bulan Januari, dengan alasan masalah perlindungan data.Â
Otoritas perlindungan data negara itu memerintahkan pemblokiran terhadap Hangzhou DeepSeek Artificial Intelligence dan Beijing DeepSeek Artificial Intelligence â perusahaan Tiongkok di balik chatbot DeepSeek â untuk memaksa mereka berhenti memproses data warga Italia.Â
Langkah itu dilakukan setelah DeepSeek dilaporkan memberi tahu pihak berwenang Italia bahwa pihaknya tidak akan bekerja sama dengan permintaan informasi.
- DeepSeek
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
DeepSeek Sukses Ubah Citra Tiongkok dari ‘Penjiplak’ ke Inovator, Persaingan di Industri AI Kian Panas
-
Manfaatkan AI, Seluruh Kampus di Tiongkok Beri Kursus DeepSeek
-
Australia Larang Penggunaan Program AI DeepSeek pada Perangkat Pemerintah
-
Kebutuhan Investasi Infrastruktur 2025-2029
-
Apa Itu DeepSeek, Mengapa Menghebohkan Industri AI Amerika?
-
Korsel Blokir Akses DeepSeek ke Komputer Kerja Militer
-
DeepSeek Rilis Janus-Pro, AI Multimodal Canggih yang Bisa Geser ChatGPT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.