• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kebiasaan Tidur Siang Bisa...

Kebiasaan Tidur Siang Bisa Jadi Alarm Bahaya Kesehatan, Ada Risiko Kematian! 

Sabtu, 28 Jun 2025, 21:10 WIB

JAKARTA - Tidur siang sering dianggap sebagai solusi cepat buat recharge energi, apalagi saat malam sebelumnya kurang tidur.

Tapi ternyata, ada fakta mengejutkan dari dunia medis: durasi dan waktu tidur siang yang nggak teratur bisa jadi sinyal awal masalah kesehatan serius, dan bahkan berkaitan dengan peningkatan risiko kematian.

Ket. Foto: — Sumber: Shutterstock

Fakta ini terungkap dalam sebuah studi besar yang dipresentasikan di Sleep 2025, konferensi tahunan Associated Professional Sleep Societies (APSS) ke-39 yang digelar di Seattle, Amerika Serikat.

 Studi ini menyimpulkan bahwa tidur siang, khususnya di sekitar tengah hari, bisa berkaitan dengan risiko kematian yang lebih tinggi, terutama pada orang paruh baya dan lanjut usia.

Meski belum bisa dikatakan sebagai penyebab langsung (alias causative link), temuan ini mendorong perlunya riset lanjutan mengenai hubungan antara pola tidur siang dan kesehatan jangka panjang.

Tidur Siang Lebih Lama dan Nggak Konsisten, Waspadai Risikonya

Penelitian ini melibatkan 86.565 partisipan dari database UK Biobank yang rata-rata berusia 63 tahun. Para peserta menggunakan alat pemantau aktivitas selama tujuh hari nonstop—semacam jam tangan pintar yang bisa melacak kapan mereka tidur dan bangun.

Hasilnya mencengangkan, mereka yang memiliki kebiasaan tidur siang lebih lama, durasinya nggak stabil, serta memilih waktu antara pukul 11.00 hingga 15.00, ternyata punya peluang lebih tinggi untuk meninggal dunia selama periode delapan tahun pengamatan.

Rata-rata, peserta tidur siang selama 24 menit setiap harinya. Tapi mereka yang kemudian meninggal selama masa studi tercatat memiliki waktu tidur siang yang jauh lebih panjang dan tidak konsisten.

Menurut Dr. Emer MacSweeney, pakar saraf dan CEO dari Re:Cognition Health, pola tidur siang semacam itu bisa menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan tersembunyi.

"Tidur siang itu sendiri bukanlah hal buruk. Tapi kalau durasinya makin lama dan waktunya berubah-ubah, itu bisa jadi petunjuk kalau tubuh sedang ‘berteriak’ minta perhatian," jelasnya.

Tidur Siang Bukan Penyebab, Tapi Bisa Jadi Tanda Awal

Para ahli menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional, artinya belum bisa disimpulkan bahwa tidur siang menyebabkan kematian.

Namun, ada kemungkinan tidur siang yang berlebihan mencerminkan adanya kondisi medis tertentu, seperti gangguan metabolik, inflamasi, hingga demensia tahap awal.

Dr. Kanwar Kelley, CEO dari Side Health, juga mengingatkan bahwa kebiasaan tidur siang yang berlebihan bisa jadi disebabkan oleh faktor lain, seperti kualitas tidur malam yang buruk atau penyakit kronis yang bikin tubuh cepat lelah.

“Ini lebih mungkin menjadi gejala daripada penyebab langsung,” katanya.

Menariknya, studi sebelumnya sempat menunjukkan bahwa tidur siang dalam durasi pendek bisa menurunkan tekanan darah dan memberikan manfaat bagi jantung. Tapi saat durasinya berlebihan, justru dikaitkan dengan peningkatan body mass index (BMI), kadar gula darah, hingga tekanan darah tinggi.

Jadi, Harus Berhenti Tidur Siang?

Nggak juga. Justru yang perlu dilakukan adalah menyadari bahwa pola tidur siang kita bisa memberikan sinyal penting tentang kesehatan tubuh.

Kalau merasa makin sering butuh tidur siang panjang atau sulit bangun dengan segar, itu bisa jadi warning sign.

Para ahli menyarankan untuk fokus memperbaiki kualitas tidur malam agar kebutuhan tidur siang bisa berkurang. Beberapa tips yang bisa dilakukan antara lain:

  • Tetap konsisten dengan jam tidur, termasuk di akhir pekan.

  • Kurangi konsumsi kafein dan alkohol di malam hari.

  • Ciptakan rutinitas tidur yang tenang dan bebas dari layar gadget.

  • Usahakan terpapar sinar matahari di pagi hari agar ritme sirkadian tubuh tetap stabil.

  • Tangani masalah kesehatan yang bisa mengganggu tidur seperti nyeri kronis atau gangguan pernapasan.

  • Periksa dan obati gangguan tidur seperti sleep apnea.

  • Rutin olahraga, tapi hindari aktivitas berat menjelang tidur.

Kalau sudah coba semua tips tapi masih merasa lelah berlebihan di siang hari, ada baiknya konsultasi dengan ahli tidur atau dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Karena tidur bukan cuma soal rebahan, tapi juga soal kualitas hidup. Dan siapa sangka, kebiasaan sepele seperti tidur siang bisa jadi kode keras dari tubuh kita.

Redaktur: Nayla Shabrina

Penulis: Nayla Shabrina, Nayla Shabrina

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.