Doa Bersama Santri Aceh Barat: Menjaga Kedaulatan Empat Pulau Aceh

Selasa, 17 Jun 2025, 09:30 WIB

Kalangan santri dan teungku dayah (ustadz) dari pesantren tradisional di Kabupaten Aceh Barat menggelar doa dan zikir bersama di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, sebagai upaya mempertahankan empat pulau milik provinsi ini yang kini ditetapkan menjadi wilayah Sumatera Utara.

“Zikir dan doa bersama yang kami lakukan ini untuk Bapak Gubernur Aceh Muzakir Manaf, agar beliau selalu diberikan kemampuan dan kesehatan untuk mempertahankan kedaulatan Aceh, agar empat pulau yang sudah dinyatakan milik daerah lain tetap kembali milik Aceh,” kata Teungku Bachtiar selaku koordinator aksi yang juga anggota DPRK Aceh Barat kepada ANTARA, Senin.

Ket. Foto: Santri dan ulama di Aceh Barat menggelar doa dan zikir bersama di Meulaboh sebagai bentuk dukungan moril untuk mempertahankan empat pulau milik Aceh. Aksi ini menunjukkan kecintaan terhadap tanah air dan semangat menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. — Sumber: Antara Foto

Teungku Bachtiar mengatakan aksi doa dan zikir bersama ini dilakukan setelah terbitnya Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 yang menetapkan empat pulau milik Aceh yakni Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, dan Pulau Mangkir Gadang masuk wilayah administratif Provinsi Sumatera Utara.

Empat pulau tersebut selama ini berada di wilayah perairan Aceh tepatnya di wilayah administratif Kabupaten Aceh Singkil yang berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Bachtiar mengatakan doa yang dilakukan para teungku dayah dan santri tersebut, sebagai bentuk solidaritas masyarakat Aceh dalam mempertahankan tanah dan pulau milik Aceh.

Pihaknya juga mendukung penuh upaya Pemerintah Aceh untuk mengambil kembali keempat pulau tersebut ke wilayah Aceh, karena hal tersebut merupakan harga diri dan martabat masyarakat Aceh.

“Kami selaku teungku dayah dan santri di Aceh Barat mendukung penuh Mualem dalam hal ini Gubernur Aceh untuk mempertahankan empat pulau milik Aceh yang kini ditetapkan dalam wilayah Sumatera Utara oleh pemerintah pusat,” katanya.

Teungku Bachtiar mengatakan masyarakat Aceh tidak rela keempat pulau itu menjadi milik Sumatera Utara, dan siap mempertahankannya .

“Jangankan pulau, sejengkal pun tanah Aceh tidak akan kami berikan untuk provinsi-provinsi lain,” katanya.

Ia juga meminta Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito karnavian agar tidak memperkeruh dan memancing suasana di kalangan masyarakat Aceh, dengan mengambil keputusan yang dapat menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Aceh sudah damai, kami sudah nyaman dan aman hidup dalam keadaan damai seperti saat ini. Jangan memancing suasana dengan menggerogoti bumi Aceh, karena Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka sudah lama berdamai,” katanya.

Teungku dayah dan santri di Aceh Barat juga berharap kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar dapat bersikap arif dan bijaksana dalam mengatasi persoalan ini, dan tetap mengembalikan keempat pulau tersebut ke Provinsi Aceh.

Sebelumnya, salah satu tokoh masyarakat Aceh, H Ramli MS juga meminta kepada pemerintah pusat agar dapat menyelesaikan persoalan ini dengan cepat dan tepat, sehingga dapat mendinginkan suasana di Aceh.

“Kami berharap kepada pemerintah agar persoalan empat pulau milik Aceh ini tetap kembali ke Aceh,” katanya.

Ramli MS mengatakan selama ini kehidupan masyarakat di Aceh sangat aman, kondusif dan nyaman.

Namun dengan adanya polemik keempat pulau tersebut, telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat karena masyarakat Aceh tidak rela keempat pulau diambil alih ke Sumatera Utara.

Ramli MS yakin dan percaya kepada Presiden Prabowo Subianto akan mampu mengatasi persoalan ini dengan bijak, arif dan bijaksana sehingga keempat pulau tersebut tetap kembali menjadi milik masyarakat Aceh.

  • Pulau Milik Aceh

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.