UMKM Juga Harus Jago Atur Uang, Bukan Cuma Dagang
📅 Jumat, 27 Jun 2025, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Koran Jakarta/ M Ismail
JAKARTA - Literasi keuangan sangat penting bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) karena membantu mereka dalam mengelola keuangan bisnis dengan lebih baik, membuat keputusan finansial yang lebih cerdas, dan meningkatkan peluang keberlanjutan usaha.
Literasi keuangan bukan hanya sekadar kemampuan mengelola angka, tetapi merupakan fondasi penting bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, serta berkontribusi pada perekonomian secara keseluruhan.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengingatkan, literasi keuangan yang baik pada UMKM sangat memungkinkan pelaku usaha untuk lebih memahami berbagai risiko keuangan seperti risiko likuiditas, kredit, maupun operasional.
Sekretaris Lembaga LPS Jimmy Ardianto mengatakan bahwa literasi keuangan juga dapat berpengaruh pada pengambilan keputusan keuangan yang lebih bijak.
“Bagi pelaku UMKM, literasi keuangan yang memadai juga meningkatkan kemampuan dalam menyusun laporan keuangan sederhana, mengevaluasi kelayakan usaha, dan mengelola arus kas yang baik,” kata Jimmy saat menghadiri acara Cerdas Finansial di Era Digital, dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis (26/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Jimmy menjelaskan mengenai bagaimana pelaku usaha dapat menyiapkan buffer atau cadangan dana yang sehat sebagai bagian dari strategi jika terjadi risiko keuangan.
Menurut dia, pelaku usaha sebaiknya memiliki anggaran bulanan dan rencana pengeluaran, agar dapat mengidentifikasi potensi surplus kas yang dapat dialokasikan untuk cadangan.
Untuk membentuk dana cadangan, pelaku usaha disarankan untuk menyisihkan sebagian dari laba bersih secara rutin, misalnya sebesar 5-10 persen setiap bulan, dan menyimpannya dalam rekening terpisah yang tidak digunakan untuk kebutuhan operasional harian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Idealnya, ujar Jimmy, dana ini disimpan pada instrumen yang aman dan likuid, seperti tabungan bisnis atau deposito jangka pendek, agar tetap mudah diakses saat dibutuhkan namun tidak mudah tergoda untuk digunakan secara impulsif.
“Intinya, manfaatkanlah layanan keuangan dengan baik, sebab setiap bank yang beroperasi di Indonesia adalah peserta penjaminan LPS,” kata dia.
Saat ini, banyak penawaran menggunakan produk dan layanan dari bank digital. Prinsip bank digital sama dengan bank-bank lain yang menjadi peserta penjaminan LPS, sehingga para pelaku UMKM bisa memanfaatkan layanan dan produk simpanan dari bank digital tadi.
“Tinggal para pelaku usaha memperhatikan faktor keamanannya termasuk simpanan yang dijamin, salah satu syarat simpanannya dijamin LPS adalah tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, di mana TBP LPS yang berlaku saat ini untuk bank umum 4 persen, untuk BPR 6,50 persen, dan valuta asing 2,25 persen,” tambah Jimmy.
Pada kesempatan tersebut, Jimmy juga berpesan kepada para pelaku UMKM pentingnya manajemen risiko dan pengelolaan keuangan. Sebagaimana diketahui, beberapa UMKM mengalami kegagalan bukan karena tidak memiliki pasar atau produk yang baik, tetapi karena tidak mampu mengelola keuangan secara disiplin.
Jimmy mengatakan, risiko terbesar sering kali muncul bukan dari faktor luar atau eksternal, melainkan faktor internal atau dari dalam usaha itu sendiri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!