Sentimen Konflik Timur Tengah Masih Dominan, Intip Proyeksi Rupiah

Selasa, 24 Jun 2025, 08:55 WIB

JAKARTA - Rupiah diperkirakan masih tertekan oleh dampak eskalasi perang di Timur Tengah, antara Iran dan Israel.

Kurs rupiah terhadap diprediksi melanjutkan pelemahannya, hari ini (23/6).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo melihat ketegangan geopolitik yang meluas membuat dollar AS menguat sebagai safe haven.

Selain itu, lanjutnya, investor terus memantau perkembangan keputusan kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Karenanya, Sutopo memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (24/6), bergerak dalam rentang 16.450 – 16.550 dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (23/6), di Jakarta melemah 96 poin atau 0,58 persen dari penutupan akhir pekan lalu menjadi 16.492 rupiah per dollar AS.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap pelemahan nilai tukar rupiah awal pekan ini dipengaruhi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kondisi ini dinilai mengancam stabilitas pasokan minyak global dan inflasi yang akan meningkat.

“Pasar terus merespons negatif kondisi global yang terus meningkat akibat eskalasi di Timur Tengah terus memanas setelah AS (Amerika Serikat) ikut bersama Israel melakukan penyerangan terhadap fasilitas nuklir Iran, yang membuat harga minyak mentah melambung tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.