Pemerintah Bahas Skema Pendanaan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih, Siapkan Rp400 Triliun!
Selasa, 24 Jun 2025, 13:40 WIBJakarta - Pemerintah akan menggelar rapat penting terkait program Koperasi Desa Merah Putih, dengan fokus utama pada skema pendanaan untuk 80.000 koperasi desa. Agenda ini dijadwalkan pada Senin sore di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, seperti disampaikan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.
Menurut Budi Arie, rapat akan menitikberatkan pada dua hal:
* Pengembangan & operasional koperasi setelah struktur dan status hukumnya selesai.
* Monitoring, evaluasi, dan identifikasi potensi lokal di setiap koperasi.
Posisi saat ini
* Target pembentukan 80.000 koperasi sudah tercapai, dan proses pengesahan melalui Kemenkumham diperkirakan rampung akhir Juni 2025.
* Koperasi-koperasi tersebut akan mulai beroperasi antara Juli hingga Oktober 2025.
Biaya & Skema Pembiayaan
Total dana yang dibutuhkan untuk mendirikan 80.000 koperasi ini diperkirakan mencapai Rp?400 triliun, dengan asumsi Rp?5 miliar per koperasi. Pemerintah menetapkan plafon pinjaman awal hingga Rp?3 miliar per koperasi, sumber dana berasal dari bank BUMN, dan bukan bentuk hibah. Dana ini nantinya harus dikembalikan cicilan selama enam tahun.
Kekhawatiran DPR & Risiko NPL
Wakil DPR melalui Ketua Komisi VI, Nurdin Halid, mengingatkan potensi kuat munculnya âkoperasi kertasâ koperasi tanpa aktivitas nyata jika pengejaran kuantitas tidak dibarengi kualitas. DPR menyorot risiko kredit macet dan beban bagi fiskal desa, terutama jika dana desa dipakai untuk membayar pinjaman.
Pengawasan & Keterlibatan KPK
Mengantisipasi risiko korupsi dan kredit macet, Budi Arie telah meminta keterlibatan KPK untuk edukasi, pengawasan, dan mitigasi risiko sejak tahap perencanaan dan pelaksanaan. Rencana ini juga akan diformalkan melalui MoU antara Kemkop dan KPK.
Menurut Budi Arie, rapat akan menitikberatkan pada dua hal:
* Pengembangan & operasional koperasi setelah struktur dan status hukumnya selesai.
* Monitoring, evaluasi, dan identifikasi potensi lokal di setiap koperasi.
Posisi saat ini
* Target pembentukan 80.000 koperasi sudah tercapai, dan proses pengesahan melalui Kemenkumham diperkirakan rampung akhir Juni 2025.
* Koperasi-koperasi tersebut akan mulai beroperasi antara Juli hingga Oktober 2025.
Biaya & Skema Pembiayaan
Total dana yang dibutuhkan untuk mendirikan 80.000 koperasi ini diperkirakan mencapai Rp?400 triliun, dengan asumsi Rp?5 miliar per koperasi. Pemerintah menetapkan plafon pinjaman awal hingga Rp?3 miliar per koperasi, sumber dana berasal dari bank BUMN, dan bukan bentuk hibah. Dana ini nantinya harus dikembalikan cicilan selama enam tahun.
Kekhawatiran DPR & Risiko NPL
Wakil DPR melalui Ketua Komisi VI, Nurdin Halid, mengingatkan potensi kuat munculnya âkoperasi kertasâ koperasi tanpa aktivitas nyata jika pengejaran kuantitas tidak dibarengi kualitas. DPR menyorot risiko kredit macet dan beban bagi fiskal desa, terutama jika dana desa dipakai untuk membayar pinjaman.
Pengawasan & Keterlibatan KPK
Mengantisipasi risiko korupsi dan kredit macet, Budi Arie telah meminta keterlibatan KPK untuk edukasi, pengawasan, dan mitigasi risiko sejak tahap perencanaan dan pelaksanaan. Rencana ini juga akan diformalkan melalui MoU antara Kemkop dan KPK.
- Pendanaan
- Koperasi Merah Putih
- Koperasi Desa
- pinjaman
- Rp400 Triliun
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Anda Ingin Menikmati Mekarnya Bunga Sakura? Ini Lima Rekomendasi Destinasinya
-
Pemkab Soppeng dan Maros Komitmen Kawal Koperasi Merah Putih
-
Chelsea Donasikan Bonus Juara Piala Dunia Antarklub untuk Keluarga Mendiang Diogo Jota dan Andre
-
Pendampingan operasional Koperasi Merah Putih di Sultra
-
Sebagai Katalisator Pembangunan Daerah, BPD Perkuat Sistem dan Tata Kelola Keuangan Desa
-
Korsel dan AS Gelar Latihan Militer Freedom Shield
-
Menara Boiler 60 Meter Roboh di Korsel: 5 Pekerja Hilang, Operasi Penyelamatan Balapan dengan Waktu
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.