Menara Boiler 60 Meter Roboh di Korsel: 5 Pekerja Hilang, Operasi Penyelamatan Balapan dengan Waktu

Jumat, 07 Nov 2025, 04:45 WIB

ULSAN - Sebuah menara boiler setinggi 60 meter di pembangkit listrik tenaga uap Ulsan, Korea Selatan, roboh saat proses pembongkaran pada Kamis siang. 

Insiden itu membuat tujuh pekerja terperangkap, dengan lima di antaranya masih dicari, sementara operasi penyelamatan terus dikebut hingga malam hari.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Antara

Otoritas setempat mengatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung hingga malam hari.

Insiden terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat (12.00 WIB) di cabang Ulsan milik Korea East-West Power Co., perusahaan listrik milik negara.

Awalnya, sembilan pekerja dilaporkan terjebak, namun dua diselamatkan lebih awal dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa.

Dua pekerja lainnya kemudian ditemukan, salah satunya dalam kondisi sadar, dan tim penyelamat tengah berupaya mengevakuasi mereka. Sementara itu, lima orang lainnya masih dalam pencarian.

Dua pekerja yang berhasil dievakuasi diperkirakan terjepit antara tanah dan puing-puing. Petugas pemadam kebakaran kemudian menggali kerikil dan tanah untuk membuka ruang agar mereka bisa dikeluarkan.

“Kami berupaya mengevakuasi korban yang telah ditemukan, dan mempertimbangkan untuk mengangkat atau membongkar struktur yang runtuh guna menemukan korban lainnya secepat mungkin,” kata seorang pejabat pemadam kebakaran.

Seiring malam tiba, petugas telah memasang lampu sorot agar operasi pencarian dapat terus dilakukan sepanjang malam.

Menara yang roboh setinggi 60 meter dan dilaporkan sedang dalam proses pembongkaran menggunakan bahan peledak. Para korban yang terjebak diperkirakan merupakan pekerja dari perusahaan subkontraktor.

Presiden Lee Jae Myung memerintahkan pengerahan penuh peralatan dan personel untuk menyelamatkan para korban serta menangani dampak kecelakaan, menurut juru bicara Kim Nam-jun. Ia juga menyerukan pentingnya mencegah kecelakaan yang menimpa tim penyelamat.

Sementara itu, Perdana Menteri Kim Min-seok menginstruksikan hal serupa kepada Kementerian Dalam Negeri serta lembaga kepolisian dan pemadam kebakaran.

Pembangkit listrik tenaga uap tersebut dibangun pada 1981 dan sedang dalam proses pembongkaran setelah pensiun dari operasi pada 2022. Pembangkit ini memiliki tiga unit pembangkit yang pada awal 1980-an memasok sekitar 15 persen kebutuhan listrik Korea Selatan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.