Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Karawang Desak DLHK Perketat Pengawasan Pembuangan Limbah Industri

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPRD Karawang Desak DLHK Perketat Pengawasan Pembuangan Limbah Industri Doc: Antara Foto
Ket. Air sungai Citarum berubah warna akibat pencemaran limbah cair dari pabrik kertas di Karawang.

DPRD Kabupaten Karawang, Jawa Barat mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat untuk meningkatkan pengawasan terkait pembuangan limbah industri.

Anggota Komisi III DPRD Karawang, Rosmilah saat dihubungi di Karawang Selasa menyampaikan persoalan lingkungan hidup merupakan hal yang harus diperhatikan. 

"Jangan sampai pembuangan limbah industri dilakukan sembarangan, dan terjadi berulang-ulang, apalagi sampai dibuang ke sungai Citarum," katanya. 

Jajaran Komisi III DPRD Karawang, kata dia, telah mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, menekankan agar mereka serius menangani persoalan pembuangan limbah. 

Pada Sabtu, (21/6) pencemaran sungai Citarum di wilayah Karawang, hingga air sungainya berubah dari cokelat keruh menjadi berwarna biru kehijauan sempat menghebohkan masyarakat. Bahkan videonya beredar luas di sejumlah platform media sosial. 

Di tengah perubahan warna air Sungai Citarum, warga juga melaporkan kalau ikan-ikan yang ada di sungai tersebut banyak ditemukan dalam kondisi mabuk.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang sebelumnya telah menyatakan kalau perubahan warna air sungai Citarum diduga kuat akibat aksi pembuangan limbah cair dari PT Pindo Deli 1.

Pindo Deli 1 ini merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi kertas, beralamat di wilayah Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur. 

Atas kejadian itu, DPRD Karawang mendesak agar ada tindakan tegas terhadap pencemaran sungai Citarum yang diduga dilakukan oleh PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 1.

"Kami minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat untuk segera mengambil tindakan tegas," kata Rosmilah.

Menurut dia, pencemaran sungai Citarum yang menyebabkan airnya berwarna biru sangat membahayakan masyarakat. Air sungai yang berubah warna itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.