Perang atau Damai? Starmer dan Trump Bahas Upaya Negosiasi dengan Iran

Senin, 23 Jun 2025, 11:10 WIB

Moskow - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden AS Donald Trump melakukan percakapan telepon pada Minggu (22/6) untuk membahas situasi di Timur Tengah, terutama terkait program nuklir Iran. Mereka sepakat bahwa Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir dan membahas upaya membawa Iran kembali ke meja perundingan.

Serangan AS terhadap Fasilitas Nuklir Iran

Sebelumnya, AS melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan pada Sabtu (21/6) malam. Serangan ini bertujuan untuk menghancurkan atau melemahkan program nuklir Iran secara signifikan. Presiden Trump menyatakan bahwa Iran harus sepakat untuk "mengakhiri perang ini" atau menghadapi konsekuensi yang lebih serius.

Reaksi Internasional

Serangan AS memicu reaksi keras di tingkat internasional. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya di kawasan dan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Rusia, Kuba, dan China juga menyampaikan kecaman keras atas operasi militer AS tersebut. Rusia menyatakan bahwa tindakan AS merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Komentar dari Pihak Terkait

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pintu diplomasi seharusnya selalu terbuka, tetapi saat ini bukan waktunya. Ia menyalahkan AS sebagai pihak yang telah mengkhianati jalur diplomasi dan menegaskan bahwa Iran akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan dan kepentingan nasionalnya.

Redaktur: Andriani Nuraini

Penulis: Andriani Nuraini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.