Keren, Budidaya Padi Metode SPM di Agam Dorong Pertanian Unggul Biaya Rendah
Senin, 23 Jun 2025, 17:48 WIBJAKARTA-Inovasi di sektor pertanian kini datang dari petani. Seperti yang dilakukan petani di kabupaten Agam, Sumatera Barat yang menerapkan budidaya padi dengan Metode Sawah Pokok Murah (SPM).
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Dia menegaskan, Inovasi ini dinilai mampu mendukung upaya swasembada pangan, khususnya beras, di tingkat provinsi bahkan nasional.
âHari ini kami dari Komisi IV DPR RI melakukan panen padi dengan metode Sawah Pokok Murah di Kabupaten Agam. Inovasi ini luar biasa dan kami sangat menyambut baik. Ini merupakan temuan putra daerah yang patut mendapat perhatian lebih,â ujar Titiek dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (23/6). Adapun Titik bersama rombongan Komisi IV DPR RI melaluman Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke kabupaten Agam, Sumbar, Sabtu (21/6).
Untuk itu, Titiek menekankan, pentingnya dukungan pemerintah khususnya dari Kementerian Pertanian, dalam pengembangan metode tersebut. Ia secara langsung meminta kepada Dirjen Tanaman Pangan Kementan yang turut hadir pada kesempatan itu agar mendukung penyebaran metode SPM tersebut khususnya pada tahap awal di terapkannya yakni di Provinsi Sumbar.
âKami mendorong agar Kementerian Pertanian memperhatikan dan mendukung inovasi ini agar bisa dikembangkan di Sumatera Barat terlebih dahulu. Jika berhasil, tentu sangat memungkinkan untuk diterapkan di daerah lain di Indonesia,â jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Menurut Titiek, metode SPM bukan hanya mampu menekan biaya produksi tetapi juga dapat disesuaikan menggunakan bibit yang sesuai dengan kondisi lokal masyarakat Sumbar. Dengan demikian, potensi swasembada beras bisa lebih cepat tercapai. âMudah-mudahan Sumbar segera bisa swasembada beras. Jadi tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar. Ini bisa menjadi langkah awal dan percontohan yang baik untuk mempercepat keinginan pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden Prabowo, untuk mewujudkan swasembada pangan,â tandasnya.Â
Potensi Besar, Biaya Rendah
Hal senada turut diungkapkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro yang menilai metode SPM merupakan sebuah potensi besar dengan biaya rendah. Menurutnya program tersebut layak dijadikan proyek percontohan nasional yang bisa mendukung pencapaian ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.
âSaya melihat langsung bahwa pola tanam sawah bapokok murah di Agam ini luar biasa. Dalam setahun bisa panen tiga kali, dan selain padi, petani juga bisa memelihara ikan dan belut di sela-sela paritnya. Ini sangat hemat dan produktif,â ujar Darori.Â
Ia menambahkan bahwa dalam satu hektare lahan petani rata-rata dapat menghasilkan hingga 5 kuintal padi. Ditambah dengan hasil sampingan seperti ikan dan belut menurutnya dapat memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani setempat. âSistemnya sederhana, cepat, dan murah. Petani di sini luar biasa dalam satu hari mereka bisa bekerja 8â10 jam dan menyelesaikan pekerjaan yang biasanya butuh waktu dua hingga tiga hari. Ini tentu sangat menghemat ongkos produksi,â jelas Darori.
Darori turut menyoroti peran tokoh lokal setempat yang menemukan inovasi SPM menurutnya hal ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan nasional. âHarapan kita ini bisa menjadi motivasi untuk dikembangkan di seluruh Sumbar dan bahkan ke provinsi lain. Program ini sejalan dengan arahan Presiden soal swasembada beras,â imbuhnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Lindungi Kepentingan Nasional, RI Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO
-
PMKRI Cabang Bogor Laporkan Dugaan Pernyataan Rasis Floribertus Rahardi di Media Sosial kepada Kapolri
-
Mentan Amran Dukung Inovasi Pakan Ayam Probiotik IPB, Siap Bawa ke Presiden
-
APBD 2026 Tetap Kokoh Meski Dana Bagi Hasil Dipotong
-
Menhub: Keselamatan Penerbangan adalah Prioritas Strategi Pemerintah
-
Mudik Gratis BUMN 2026: Jadwal, Moda Transportasi, dan Cara Daftar
-
Dukung Pemberdayaan Petani Perempuan, Syngenta Indonesia Luncurkan 'Putri' Petani 'Maju'
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.