Mengejar Target Juli! Progres Sekolah Rakyat Sragen Tembus 87%, Menteri PU Genjot Kerja 24 Jam

Rabu, 17 Jun 2026, 15:07 WIB

SRAGEN – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pengerjaan pembangunan Sekolah Rakyat di Sragen agar bisa difungsikan pada awal tahun ajaran baru Juli 2026. Progres fisik proyek ini kini sudah mencapai 87,12 persen, salah satu yang tercepat secara nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan percepatan dilakukan dengan strategi kerja nonstop 24 jam secara bergilir. Hal itu dilakukan untuk menutup keterlambatan akibat berkurangnya jumlah pekerja saat libur tradisi 1 Suro.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pengerjaan pembangunan Sekolah Rakyat di Sragen agar bisa difungsikan pada awal tahun ajaran baru Juli 2026 — Sumber: istimewa

“Strateginya tidak terlalu sulit karena sumber daya manusia di wilayah sekitar sini cukup banyak. Pekerjaan ini kita kejar 24 jam nonstop secara shift. Kami encourage penyedia jasa untuk terus ngebut,” ujar Dody saat meninjau lokasi proyek, Selasa (16/6).

Jumlah pekerja sempat turun dari 900 orang menjadi sekitar 600 orang saat libur 1 Suro. Untuk mengejar target, Kementerian PU menginstruksikan penyedia jasa menambah tenaga kerja hingga 1.000–1.100 orang dalam waktu dekat.

Menurut Dody, capaian Sragen termasuk yang terbaik bersama Semarang dan Surabaya. Kecepatan ini penting karena pemerintah menargetkan seluruh 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat berstatus fungsional pada akhir Juni 2026.

“Kita harapkan pada akhir Juni semuanya sudah fungsional. Jadi, adik-adik kita bisa mulai menempati sekolah barunya tepat di tahun ajaran baru, Juli 2026,” tegasnya.

Dalam peninjauan, Dody juga menyoroti kondisi jalan akses menuju lokasi proyek yang rusak akibat dilintasi truk bermuatan lebih atau ODOL. Ia memastikan perbaikan jalan akan masuk prioritas melalui program Inpres Jalan Daerah 2026.

“Jalan-jalan akses di sekitar sekolah yang dilewati material ini akan kita perbaiki. Prinsipnya, pembangunan fasilitas ini tidak boleh meninggalkan infrastruktur jalan yang rusak,” katanya.

Gaya pengawasan Dody yang langsung menyisir area belakang proyek yang belum rapi disebut efektif untuk menemukan masalah dan mencari solusi cepat di lapangan. 

“Begitu keluar mobil, saya memang sengaja cari bagian yang belum selesai. Tujuannya supaya kita bisa langsung diskusi, cari tahu masalahnya apa, dan segera cari solusinya,” ujarnya.

Kementerian PU menargetkan seluruh fasilitas pendidikan ini siap digunakan siswa pada Juli 2026. Percepatan pengerjaan dilakukan agar target waktu tidak meleset meski ada kendala di lapangan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.