Konsolidasi BUMN Logistik Jadi Game Changer! Danantara Bidik Dominasi Jalur Distribusi
Jumat, 20 Jun 2025, 00:00 WIBJAKARTA â Rencana konsolidasi BUMN di sektor logistik oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dinilai menjadi upaya positif untuk membangun kekuatan besar. Sebab, penggabungan tersebut diharapkan dapat merampingkan struktur, mengoptimalkan aset, meningkatkan daya saing logistik nasional, dan menarik investasi sehingga pada akhirnya menurunkan biaya logistik dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
"Itu mungkin menjadi salah satu cara karena dengan situasi persaingan di sektor logistik saat ini harus dibangun sebuah BUMN yang memiliki kekuatan besar," ujar Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto di Jakarta, Kamis (19/6).
Kalau kemudian BUMN-BUMN ini bisa dikonsolidasikan, maka bisa menjadi langkah bagus untuk memperkuat mereka terutama dalam konteks strategi sebetulnya bagaimana untuk bisa efisien di pasar dan juga menghasilkan keuntungan.
"Dengan adanya upaya untuk melakukan konsolidasi BUMN logistik ini saya kira adalah langkah bagus untuk memperbaiki kinerja BUMN logistik ke depannya," kata Eko.
Sebagai informasi, Badan Pengelola Investasi Danantara akan melakukan konsolidasi bisnis terhadap perusahaan-perusahaan BUMN di sektor logistik dan asuransi.
Tingkatkan Kapasitas
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, konsolidasi bisnis itu sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing perusahaan BUMN, serta memberikan nilai tambah yang signifikan bagi Danantara Indonesia.
Dari sektor logistik, Dony mengatakan, terdapat sekitar 18 perusahaan BUMN yang bisnisnya mirip dengan kapasitas yang masing-masing kecil di sektor tersebut. Dia mengatakan, perusahaan BUMN sektor logistik itu tidak ada yang bermain di first mile, namun bermain di last mile dan middle mile, serta bermain dari ujung ke ujung namun tidak cukup kompetitif.
Dony menjelaskan, tahap pertama Danantara Indonesia telah melakukan fundamental business review terhadap perusahaan-perusahaan BUMN terkait. Tahap kedua, pihaknya akan melakukan business consolidation (konsolidasi bisnis) dengan merampingkan atau melakukan merger terhadap perusahaan-perusahaan BUMN tersebut.
Sebelumnya, konsolidasi bisnis antara perusahaan BUMN seperti itu tidak dapat dilakukan karena tidak adanya interkorelasi, yang saat ini bisa dilakukan karena Danantara Indonesia merupakan pemilik dari perusahaan-perusahaan BUMN tersebut.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Keraton Sumedang Larang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggul
-
Kirsty Coventry Terpilih sebagai Presiden IOC Perempuan Pertama
-
Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danlanud Haluoleo Di Koops Udara II
-
Harga Emas Antam, Senin (19/1), Meroket Rp40.000 ke Angka Rp2,703 Juta/Gr
-
Pogacar dan Vingegaard Pemanasan Jelang Tour de France di Criterium du Dauphine
-
Festival Youtuber Desa Upaya Mendorong Generasi Muda Jadi Agen Pembangunan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.