Sesak Napas Abis Olahraga? Bisa Jadi Kamu Kena Exercise-Induced Asthma!
Kamis, 19 Jun 2025, 13:48 WIBJAKARTA - Pernah ngerasa dada sesak, batuk, atau susah napas setelah olahraga? Bisa jadi itu bukan cuma kecapekan biasa.
Kondisi ini dikenal sebagai exercise-induced asthma alias exercise-induced bronchoconstriction (EIB), dan cukup sering dialami, terutama sama penderita asma.
Meski olahraga itu sehat, bagi sebagian orang, aktivitas fisik malah bisa memicu gejala asma. EIB ini bukan jenis asma yang muncul karena olahraga, tapi lebih kayak efek samping dari olahraga buat mereka yang memang punya riwayat asma.
Menurut Allergy and Asthma Foundation of America (AAFA), sekitar 90% orang dengan asma mengalami EIB saat berolahraga. Bahkan, remaja dan dewasa muda jadi kelompok yang paling sering ngalamin gejala ini.
Apa sih sebenarnya yang terjadi?
Saat olahraga, tubuh otomatis butuh lebih banyak oksigen. Kita pun napas jadi lebih cepat dan dalam, biasanya lewat mulut. Nah, udara dingin dan kering yang langsung masuk ke saluran napas tanpa disaring hidung ini bikin jalan napas mengerut alias mengalami âbronchoconstrictionâ.
Kalau kamu punya asma, saluran napasmu juga udah cenderung meradang dan penuh lendir. Gabungan dari semua itu bikin napas terasa super berat.
Gejala yang paling sering muncul adalah batuk, yang kadang jadi satu-satunya tanda. Tapi, bisa juga muncul gejala lain seperti dada sesak, napas bunyi (mengi), sulit napas, tenggorokan sakit, sampai stamina menurun drastis.
Biasanya, gejala ini nggak langsung muncul saat kamu mulai olahraga. Tapi sekitar 5â10 menit setelahnya, dan bisa makin parah ketika kamu selesai olahraga.
Siapa aja yang rentan?
Faktor pemicu EIB bisa datang dari mana aja. Misalnya olahraga di udara dingin dan kering, polusi udara, asap rokok, alergi debu atau serbuk sari (pollen), bahkan bau-bauan dari cat atau alat gym baru. Kalau kamu habis kena flu atau infeksi saluran napas atas, risiko EIB juga makin tinggi.
Olahraga yang intens seperti lari atau berenang di kolam dengan kadar klorin tinggi lebih sering memicu EIB dibanding olahraga ringan seperti yoga atau jalan santai.
Jangan Takut Olahraga, Ini Cara Ngatasinnya
EIB bukan berarti kamu harus stop total dari aktivitas fisik. Justru, dengan penanganan yang tepat, kamu tetap bisa aktif dan sehat. Kuncinya ada di pencegahan dan pengelolaan gejala.
Konsultasikan kondisi ke dokter untuk dapat pengobatan yang pas. Biasanya, kamu akan diresepkan obat pengontrol jangka panjang dan inhaler yang bisa dipakai sebelum olahraga. Selalu bawa inhaler ke mana pun, apalagi pas lagi aktif bergerak.
Tips lainnya:
-
Jangan langsung tancap gas, selalu mulai dengan pemanasan ringan.
-
Pendinginan setelah olahraga juga penting biar napas kembali stabil pelan-pelan.
-
Kalau olahraga di luar ruangan saat dingin, pakai syal untuk menutupi hidung dan mulut.
-
Hindari olahraga saat tubuh lagi nggak fit atau flu.
-
Pilih jenis olahraga yang lebih ringan dan nggak terlalu memicu napas berat.
Exercise-induced asthma bisa bikin aktivitas fisik jadi terasa berat, tapi bukan berarti kamu harus menjauh dari olahraga. Dengan perawatan yang pas dan gaya hidup sehat, kamu tetap bisa aktif tanpa gangguan sesak napas.
Jangan anggap remeh, tapi juga jangan panik berlebihan. Dengarkan tubuhmu, dan jangan ragu cari bantuan medis kalau gejala mulai mengganggu rutinitas harian.
Redaktur: Nayla Shabrina
Penulis: Nayla Shabrina, Nayla Shabrina
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.