• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kapan Malam 1 Suro 2025? M...

Kapan Malam 1 Suro 2025? Malam Mistis Sarat Makna, Mitos Gaib, dan Tradisi Sakral Jawa yang Masih Hidup higga Kini!

Kamis, 19 Jun 2025, 11:05 WIB

JAKARTA - Malam 1 Suro menjadi salah satu momen paling penting dalam budaya Jawa, yang menandai pergantian tahun baru dalam penanggalan Jawa. 

Tak hanya dianggap sakral, malam ini juga diselimuti mitos, pantangan, hingga ritual tradisi yang kental akan nuansa mistis dan spiritual.

Ket. Foto: Ilustrasi kalender Jawa — Sumber: Pexels

Namun karena kalender Jawa bersandar pada sistem Hijriah, penting untuk mengetahui kapan tepatnya malam 1 Suro versi kalender Masehi.

Kapan Malam 1 Suro 2025?

Berdasarkan penanggalan resmi Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1447 H yang menjadi acuan 1 Suro dalam kalender Jawa jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025. Karena hari dalam kalender Islam dimulai saat Magrib, maka malam 1 Suro dimulai pada Kamis malam, 26 Juni 2025.

Makna Sakral di Balik 1 Suro

Dalam budaya Islam dan Jawa, 1 Suro atau 1 Muharram menandai awal tahun baru Islam, yang dimulai dari momen hijrah Nabi Muhammad SAW. 

Istilah Suro berasal dari kata Arab Asyura, yang berarti sepuluh, hari ke-10 bulan Muharram yang kemudian diadopsi masyarakat Jawa.

Bulan ini dianggap bulan penuh berkah, refleksi, dan spiritualitas. Warga Jawa meyakini Suro adalah waktu tepat untuk menyepi, merenung, dan memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa.

Mitos dan Pantangan Malam 1 Suro

Dalam kepercayaan Jawa, bulan Suro dipercaya sebagai waktu keramat yang tidak boleh dilalui sembarangan. Ada banyak larangan dan mitos yang masih dipegang teguh masyarakat.

Pantangan tersebut seperti:
- Tidak boleh mengadakan pesta atau hajatan besar.
- Menghindari konflik dan pertengkaran.
- Larangan bepergian jauh demi keselamatan.
- Disarankan berdiam diri di rumah saat malam 1 Suro.
- Menjaga lisan dari kata kasar, karena dipercaya menarik perhatian makhluk gaib.
- Tidak dianjurkan pindah rumah atau membangun rumah.

Konon, malam itu Nyi Roro Kidul turun ke bumi membawa berkah dan pengawasan.

Suroan, Tradisi Penuh Makna

Tradisi Suroan merupakan perpaduan nilai Islam dan kejawen. Biasanya dilakukan dengan membuat tumpeng vegetarian, sesaji bunga untuk leluhur, dan doa bersama.

Warga juga menyucikan benda-benda pusaka dengan air bunga, sebagai simbol pembersihan diri dan spiritualitas. Beberapa orang bahkan melakukan tirakat atau semedi di tempat-tempat angker dan sakral seperti gunung, pohon besar, atau makam keramat.

Puncak malam 1 Suro sering kali digunakan untuk memohon hajat, keselamatan, hingga penglaris dagangan, dengan niat yang beragam, ada yang ikhlas, ada pula yang nekat menggunakan jalan mistik seperti pesugihan.

Malam 1 Suro bukan sekadar momen tahun baru Jawa. Tapi refleksi spiritual, cermin kebudayaan, dan peringatan sakral yang penuh filosofi dan mitos. Apakah kamu siap menyambut malam penuh aura ini?

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.