Tambak Ikan Ramah Lingkungan di Kawasan Mangrove Kotabaru
Rabu, 18 Jun 2025, 22:15 WIBBanjarbaru - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil mewujudkan tambak ikan ramah lingkungan di kawasan mangrove di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dengan panen bandeng di pesisir Desa Teluk Tamiang, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar.
"Ada sekitar 100 kilogram ikan bandeng berhasil dipanen masyarakat dari tambak yang kami dampingi," kata Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ULM Untung Bijaksana di Banjarbaru, Rabu.
Dalam budidaya perikanan di lahan mangrove tersebut, tim ULM menerapkan pemanfaatan sistem silvofishery yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pihaknya mengintegrasikan tambak dengan hutan mangrove, yakni menggabungkan usaha perikanan dengan penanaman mangrove sehingga mangrove berperan sebagai biofilter alami dan penyedia habitat bagi biota laut.
"Bubidaya bandeng cocok di perairan pesisir, ikan herbivora ini lebih banyak mengonsumsi ganggang dan plankton," katanya.
Dengan nilai ekonomi yang besar karena permintaannya tinggi di pasar, budidaya bandeng pun diyakini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Desa Teluk Tamiang Hendra mengucapkan terima kasih kepada ULM atas perhatian dan pendampingan yang terus dilakukan.
Dia berharap tambak-tambak milik masyarakat yang telah lama tidak aktif dapat dihidupkan kembali.
"Selain sektor perikanan, kami juga berharap pariwisata mangrove yang tetap menjaga kelestarian alam juga dapat tumbuh agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Sementara Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ULM Arief Rahmad Maulana Akbar turut mengapresiasi kerja seluruh tim ULM dalam pendampingan kepada kelompok pengelola tambak bandeng di Desa Teluk Tamiang.
Dia menyebut kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat telah menciptakan solusi berkelanjutan untuk lingkungan dan ekonomi pesisir.
Diketahui ULM sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) terakreditasi Unggul diberikan mandat oleh pemerintah mengelola lahan mangrove di hutan produksi seluas lebih kurang 611 hektare di Kotabaru.
Ada enam desa yang masuk wilayah pengelolaan mangrove ULM yakni Desa Kemuning, Desa Tanjung Pelayar, Desa Tanjung Sungkai, Desa Tanjung Tengah, Desa Teluk Tamiang, dan Desa Kampung Baru.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Berbak Sembilang, Surga Burung Migran dan Rumah Satwa Langka
-
Kaum Muda Kukar Diberi Pelatihan agar Siap Kerja supaya Menekan Pengangguran
-
Isu Dugaan Zionisme Merebak di PBNU, Charles Holland Dicopot dari Penasihat Ketum PBNU
-
Prasasti Luncheon Talk : Indonesia Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan di Tengah Gejolak Dunia
-
Komitmen pada Keberlanjutan Lingkungan, Tugu Insurance Menggelar Program Tugu Green Journey
-
Mapolda DIY Disiapkan Jadi Pusat Keamanan Terpadu Berbasis Teknologi dan Kolaborasi
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Resmi Masuk Nominasi Oscar 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.