Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki Ganggu Penerbangan dan Picu Evakuasi Warga

Rabu, 18 Jun 2025, 14:55 WIB

JAKARTA - Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur memicu gangguan transportasi udara dan menimbulkan dampak signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. Sejumlah penerbangan ke dan dari Bali dibatalkan atau ditunda, sementara Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere ditutup demi alasan keselamatan, ungkap sejumlah pejabat pada Rabu (11/6).

Gunung yang berada di Kabupaten Flores Timur itu meletus pada Selasa (10/6), menyemburkan abu vulkanik setinggi 11 kilometer ke udara. Akibatnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status gunung tersebut ke level tertinggi atau Awas. Letusan susulan terjadi pada Rabu pagi, dengan awan abu terpantau setinggi 1 kilometer, menurut pernyataan resmi PVMBG.

Ket. Foto: Gunung Lewotobi Laki-laki mengeluarkan asap dan abu vulkanik terlihat dari desa Kawalelo di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia — Sumber: Reuters

Dampak letusan segera dirasakan di sektor penerbangan. Beberapa penerbangan internasional dari India, Singapura, dan Australia menuju Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali dibatalkan. Singapore Airlines dan anak perusahaannya Scoot menunda total empat penerbangan antara Denpasar-Singapura, serta membatalkan layanan ke Lombok.

Maskapai Australia JetStar, bagian dari grup Qantas, juga membatalkan sejumlah penerbangan pagi ke Bali dan memperkirakan penundaan pada penerbangan sore. Dalam buletin resminya, JetStar menyatakan bahwa awan abu diperkirakan akan menghilang pada malam hari, sehingga memungkinkan jadwal penerbangan kembali normal.

Sementara itu, operator bandara AirNav Indonesia mengumumkan penutupan Bandara Maumere mulai Rabu hingga Kamis sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan penumpang dan kru penerbangan.

Di sisi lain, dampak di daratan juga tak bisa diabaikan. Puluhan warga dari dua desa di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki terpaksa dievakuasi karena dampak langsung letusan.

"Jalan-jalan di kedua desa itu dipenuhi abu tebal, kerikil, dan pasir," ujar Avi Hallan, pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat. Meski begitu, hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Letusan ini merupakan yang kedua dalam beberapa bulan terakhir, setelah aktivitas serupa terjadi pada Mei 2025. Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan salah satu dari banyak gunung berapi aktif di Indonesia, negara yang terletak di atas Cincin Api Pasifik—wilayah dengan aktivitas seismik tinggi akibat pertemuan berbagai lempeng tektonik.

Pemerintah pusat dan daerah kini terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik guna mencegah risiko lanjutan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.