- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Prancis Macron Ku...
Presiden Prancis Macron Kunjungi Greenland, Bawa Pesan Solidaritas dan Dukungan dari Eropa
Minggu, 15 Jun 2025, 10:47 WIBPARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron akan melakukan perjalanan ke Greenland pada hari Minggu (15/6) dengan membawa pesan "solidaritas dan dukungan Eropa" untuk wilayah otonomi Denmark yang diinginkan Presiden AS Donald Trump, yang berlokasi di persimpangan Atlantik dan Arktik.
Macron akan menjadi kepala negara asing pertama yang menginjakkan kaki di wilayah yang luas itu, sejak ancaman aneksasi Trump. Greenland kira-kira sembilan kali lebih besar luasnya dari Inggris, 80 persen wilayahnya tertutup es.
Trump telah berulang kali mengatakan AS membutuhkan pulau Arktik yang kaya sumber daya dan berlokasi strategis itu demi alasan keamanan, dan menolak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengamankannya.
Laut dalam, Greenland, dan Antartika "tidak untuk dijual", kata Macron pada hari Senin di sebuah pertemuan puncak kelautan PBB, pernyataan yang jelas ditujukan pada klaim ekspansionis Trump.
"Saya akan mengatakan: 'Kami di sini, dan kami siap untuk menginvestasikan kembali diri kami sehingga tidak ada lagi yang memanfaatkannya'," kata Macron beberapa hari menjelang perjalanannya.
Setelah tiba di ibu kota Greenland, Nuuk, pukul 11.30 pagi (12.30 GMT), pemimpin Prancis itu akan mengunjungi gletser, pembangkit listrik tenaga air, dan fregat Denmark.
Selama kunjungannya, ia akan didampingi oleh Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen.
Kantornya mengatakan perjalanan Macron akan menjadi "sinyal tersendiri yang dibuat atas permintaan otoritas Denmark dan Greenland."
Tidak untuk Dijual
Undangan Denmark kepada Macron sangat kontras dengan sambutan yang diberikan kepada Wakil Presiden AS JD Vance, yang perjalanan satu harinya ke Greenland pada bulan Maret dipandang sebagai provokasi oleh Nuuk dan Kopenhagen.
Selama kunjungannya ke pangkalan militer AS Pituffik, Vance mengecam Denmark karena tidak "melakukan pekerjaan dengan baik bagi rakyat Greenland", menuduh mereka telah mengabaikan keamanan.
Pangkalan Pituffik merupakan bagian penting dari infrastruktur pertahanan rudal Washington, lokasinya menempatkannya pada rute terpendek untuk rudal yang ditembakkan dari Russia ke Amerika Serikat.
Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar dari 57.000 penduduk Greenland ingin merdeka dari Denmark, tetapi tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Denmark juga berulang kali menekankan bahwa Greenland "tidak untuk dijual."Â
Arktik telah memperoleh kepentingan geostrategis seiring memanasnya perlombaan tanah jarang dan mencairnya es akibat pemanasan global membuka rute pelayaran baru.
Akibatnya, Kopenhagen pada bulan Januari mengumumkan rencana senilai $2 miliar untuk meningkatkan kehadiran militernya di wilayah Arktik.
NATO juga berencana mendirikan Pusat Operasi Udara Gabungan (CAOC) di Norwegia di atas Lingkaran Arktik, karena Russia ingin meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut.
Selama kunjungannya, Macron berencana untuk membahas keamanan Arktik dan cara memasukkan wilayah tersebut dalam "tindakan Eropa" untuk berkontribusi pada pengembangannya, sambil "menghormati kedaulatannya", kata kantornya.
Gunung NunatarsuaqÂ
Macron juga akan melihat langsung dampak perubahan iklim saat ia mengunjungi gletser di Gunung Nunatarsuaq, sekitar 30 kilometer (19 mil) dari Nuuk.Â
Lapisan es Greenland mencair 17 kali lebih cepat daripada rata-rata historis selama gelombang panas 15-21 Mei di Greenland, menurut laporan terkini.Â
Prancis bermaksud untuk "berinvestasi besar-besaran dalam pengetahuan tentang ekosistem ini," mengikuti jejak penjelajah Prancis terkenal Paul-Emile Victor yang melakukan beberapa ekspedisi ke Greenland, kata kantor Macron.
Pihak berwenang Greenland baru-baru ini menetapkan gubuk Victor, yang dibangun pada tahun 1950 di Teluk Quervain di utara, sebagai bangunan bersejarah.Â
Di pembangkit listrik tenaga air di Buksefjorden, yang terletak 600 meter di dalam gunung dan didanai oleh Uni Eropa, ketiga pemimpin akan membahas dekarbonisasi dan pasokan energi Greenland.Â
Tidak seperti Denmark, Greenland bukan bagian dari Uni Eropa tetapi tercantum dalam daftar Wilayah Seberang Laut yang terkait dengan blok tersebut.
- Greenland
- Emmanuel Macron
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Kunker di Mesir, Presiden Prancis Macron Lari Pagi di Kepadatan Lalu-lintas Alexandria
-
Pusat pelayanan fungsional kursi roda adaptif di Yogyakarta
-
Trump Kirim Kapal Rumah Sakit AS ke Greenland: "Sedang dalam Perjalanan!"
-
Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Pasang Mal dan Cor Drainase di Gotalamo.
-
Studi: Diet Tinggi Protein Relatif Aman bagi Ginjal Sehat
-
KPK Kembali Bergerak! Kepala Daerah Ketujuh Ditangkap Sepanjang 2026
-
Presiden Macron Joging Pagi di Kepadatan Jalan Mesir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.