Pengepul Buah Banyuwangi Raup Rp40 Juta per Minggu
📅 Jumat, 13 Jun 2025, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis"Calon nasabah kami ikut pelatihan selama lima hari, kalau mereka lolos baru mendapatkan pinjaman modal tanpa agunan," katanya.
Menurut Ainul Yaqin, perilaku unggul (berani berusaha, disiplin, kerja keras dan saling bantu) menjadi fokus utama BTPN Syariah.
"Percuma dikucurkan uang berapa pun kalau tidak ada karakter untuk berkembang tidak akan berhasil, jadi perilaku unggul itu menjadi yang utama BTPN Syariah," katanya.
Ainul menambahkan, pertemuan rutin sentra (PRS) menjadi kegiatan rutin ibu-ibu (nasabah) tiap dua minggu sekali di rumah ketua koordinator kelompok (penerima pembiayaan).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan rutin sentra ini menjadi tempat berkumpulnya kelompok perempuan pelaku ekonomi nasabah BTPN Syariah, selain menjadi tempat membayar angsuran dan pencairan pembiayaan juga jadi wadah berkumpulnya ibu-ibu saling berbagi perkembangan usaha mereka.
Petugas BTPN Syariah juga mengedukasi ibu-ibu yang didominasi pelaku usaha mikro itu terkait dengan pengelolaan keuangan karena pencatatan keuangan penting bagi pelaku usaha.
Dengan memberikan edukasi pengelolaan keuangan oleh pejabat BTPN Syariah, pelaku ekonomi mikro penerima pembiayaan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran bisnis setiap harinya dapat terkontrol dengan baik.
"Kami tidak hanya memfasilitasi akses keuangan berupa pembiayaan, namun kami juga ada program pendampingan bagaimana usahanya bisa terus berkembang," kata Ainul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!