Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Realisasi KUR di Papua Barat Nyaris Rp130 M, Ini Penjelasan Kemenkeu

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Realisasi KUR di Papua Barat Nyaris Rp130 M, Ini Penjelasan Kemenkeu Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Aktivitas perdagangan di Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat, Kamis (12/6/2025).

MANOKWARI - Kredit Usaha Rakyat (KUR) membantu UMKM mengatasi keterbatasan modal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. 

Program KUR bertujuan meningkatkan akses pembiayaan usaha produktif, memperkuat daya saing UMKM, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. 

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Provinsi Papua Barat periode Januari-Mei 2025 mencapai Rp129,93 miliar.

Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran IIB DJPb Papua Barat Erwan Hasbuloh di Manokwari, Papua Barat, Kamis, mengatakan bantuan modal usaha tersebut disalurkan untuk 1.973 debitur.

"Realisasi penyaluran KUR terkontraksi 19,13 persen jika dibandingkan Januari-Mei 2024 yang terealisasi Rp160,67 miliar," kata Erwan.

Dia menyebut bahwa debitur yang mengakses KUR berasal dari lima kabupaten di Papua Barat yaitu, Manokwari senilai Rp59,15 miliar (791 debitur), Teluk Bintuni Rp23,28 miliar (334 debitur), Fakfak sebanyak Rp22,45 miliar (422 debitur), Kaimana Rp17,12 miliar (271 debitur), Teluk Wondama Rp6,71 miliar (143 debitur), dan Manokwari Selatan Rp1,20 miliar (12 debitur).

"Sampai dengan Mei 2024, tidak ada debitur dari Kabupaten Pegunungan Arfak yang mengajukan permohonan KUR," ucap Erwan.

Menurut dia, sektor yang paling dominan mengakses KUR yaitu sektor perdagangan dengan realisasi sebanyak Rp71,52 miliar dan posisi kedua ditempati sektor pertanian senilai Rp13,71 miliar.

KUR juga disalurkan untuk debitur pada sektor lainnya seperti, penyedia akomodasi makan dan minum Rp12,92 miliar, sektor jasa kemasyarakatan Rp10,78 miliar, dan sektor perikanan Rp5,78 miliar.

"Jumlah debitur KUR sektor perdagangan besar dan eceran ada 1.004 orang," ujar Erwan.

Dia menjelaskan penyaluran KUR menggunakan tiga skema yakni, KUR kecil sebanyak Rp62,98 miliar (253 debitur), KUR mikro Rp66,66 miliar (1.688 debitur), dan KUR supermikro Rp277 juta (32 debitur).

Ada tujuh lembaga penyalur KUR di Papua Barat yaitu Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia, dan Bank Papua.

"Termasuk dengan PT Pegadaian Syariah juga menjadi lembaga penyalur KUR," kata Erwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menekraf: Musik Indonesia Kian Mendunia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: Musik Indonesia K...

Kemenpar Ajak Berwisata Melalui Liburan Cara Baru

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenpar Ajak Berwisata Mel...
Nasional
BKKBN Percepat Penanganan K...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
# 6
# 6
Menanti Data Inflasi AS, 25 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.