Bappenas Integrasikan Penanggulangan Bencana ke Dokumen Pembangunan
Kamis, 12 Jun 2025, 08:27 WIBKUPANG - Kementerian PPN/Bappenas mendorong integrasi penanggulangan bencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional dan daerah guna meminimalkan potensi kerugian ekonomi akibat bencana.
âPenanggulangan bencana yang tepat, termasuk karena perubahan iklim, dapat mencegah kerugian ekonomi hingga Rp281,9 triliun sampai tahun 2024,â kata Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam dalam keterangan yang diterima di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/6).
Ia menjelaskan saat ini Bappenas bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pemerintah daerah (pemda) tengah menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025â2029.
Sinkronisasi tersebut dilakukan melalui serangkaian forum konsultasi nasional dan daerah yang di dalamnya membahas kebencanaan.
Salah satu forum konsultasi berlangsung dalam kegiatan coaching clinic percepatan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub-urusan bencana di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang digelar pada Rabu (11/6).
Kegiatan itu juga menjadi sarana berbagi praktik pengurangan risiko bencana antar-daerah di kawasan timur Indonesia bersama tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Medrilzam berharap kegiatan tersebut dapat menyelaraskan strategi integrasi unsur kebencanaan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, sehingga upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri Edy Suharmanto memaparkan strategi penguatan implementasi SPM sub-urusan bencana melalui Program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Gerakan ini bertujuan mempercepat capaian pelayanan kebencanaan berdasarkan karakteristik risiko di tiap kecamatan.
Edy menekankan pentingnya peran aktif kecamatan sebagai ujung tombak dalam membangun ketangguhan bencana berbasis lokal. Pendekatan ini dinilai krusial dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Australia melalui Program Siap Siaga, sebuah kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia.
Konsul-Jenderal Australia Todd Dias mengatakan kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun strategi penanggulangan bencana yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi
-
Tiga Desainer Tampilkan Quiet Defiance di JF3 Fashion Festival 2026
-
Ketua Harian Dekranas: Perlindungan Anak di Era Digital Tak Cukup Hanya Andalkan Orang Tua
-
Waspada! CS Palsu Orderkuota Muncul di Google dan AI Overview, Pengguna Diminta Jangan Berikan OTP
-
Gol Injury Time Gabriel Martinelli Antar Brasil Singkirkan Jepang dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Menlu Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan Hadiri Pemakaman Ayatulah Ali Khamenei
-
Ketidakpastian Membuat Dunia Usaha Sulit Lakukan Ekspansi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.