• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mengapa Tema Mistis Banyak...

Mengapa Tema Mistis Banyak Difilmkan seperti Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut

Rabu, 11 Jun 2025, 13:43 WIB

JAKARTA – Film menggambarkan budaya dan adat masyarakat setempat. Banyaknya film mistis menggambarkan segitulah level warga sesungguhnya. Mereka belum mampu beranjak dari klenik.

Rumah produksi Kucing Hitam Pictures dan Spasi Moving Image mempersembahkan film horor terbaru berjudul Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut yang siap tayang di bioskop mulai 24 Juli 2025.

Ket. Foto: film — Sumber: ist

Film garapan sutradara Wisnu Surya Pratamadi ini adaptasi dari cerita original "Kampung Jabang Mayit" yang ditulis oleh Qwertyping (Teguh Faluvie) yang menjadi sebuah thread viral di tahun 2022.

Cerita tersebut kemudian dikembangkan oleh Qwertyping bersama Prasodjo Muhammad menjadi podcast video series sepanjang 4 season (32 episode) dan telah ditonton lebih dari 20 juta kali di platform Youtube.

Antusiasme para penggemar cerita berseri Kampung Jabang Mayit menjadi salah satu alasan film ini dialihwahanakan menjadi film layar lebar dengan judul "Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut".

Namun, film "Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut" akan menyajikan fase peristiwa yang berbeda dari series Kampung Jabang Mayit. Menurut sutradara Wisnu Surya Pratamadi pilihan itu sekaligus dapat menjadi pintu masuk bagi penonton baru untuk memahami semesta dalam cerita Kampung Jabang Mayit.

"Saat di meja development kami berdiskusi panjang tentang kebaruan yang ingin kita hadirkan untuk para penggemar Kampung Jabang Mayit. Akhirnya kami memutuskan untuk menghadirkan peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi cerita Kampung Jabang Mayit," kata sutradara Wisnu Surya Pratamadi, dalam keterangan pers, Rabu.

Sementara itu, salah satu produser dari film ini Ajish Dibyo mengatakan film "Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut" akan menghadirkan film horor dengan nuansa baru.

"Dunia mitos yang dibangun dalam cerita ini tidak merujuk pada satu kultur, etnik tertentu dan situasi mencekam yang ada dalam film ini tidak disajikan dengan visual yang gelap," kata Ajish Dibyo.

Film "Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut" mengangkat cerita tentang pelarian yang berubah menjadi mimpi buruk, mengikuti Weda (Ersya Aurelia) seorang model yang sedang bersinar, namun kariernya runtuh ketika skandal besar yang melibatkan kekasihnya bernama Bagas (Bukie B. Mansyur).

Dalam keputusasaan, Bagas mengajak Weda kembali ke kampung halamannya, Desa Rangkaspuna, sebuah desa terpencil, angker, dan terisolasi dari dunia luar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.