Warga Manfaatkan Sisa Material Banjir Bandang untuk Buat Genting
Jumat, 19 Jun 2026, 06:56 WIBPIDIE JAYA â Ini bukan bagian dari gentengisasi, tapi memanfaatkan material endapan hasil banjir bandang untuk membuat genteng. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memfasilitasi pelatihan warga untuk dapat memproduksi genteng dengan memanfaatkan material sisa bencana banjir akhir November 2025 lalu.Â
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Pidie Jaya Okta Handipa yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis, mengatakan pelatihan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan material banjir seperti lumpur untuk bahan baku membuat genteng.
"Pemkab Pidie Jaya memfasilitasi pelatihan warga memanfaatkan material bencana banjir akhir November 2025 untuk membuat genteng. Genteng tersebut bisa digunakan pembangunan terdampak bencana," katanya
Okta Handipa menyebutkan pelatihan tersebut diikuti 23 pengrajin batu bata. Pelatihan digelar Badan Pengelolaan Perbatasan (BNPP) dengan instruktur dari Koperasi Genteng Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Pelatihan, lanjut dia, selain untuk meningkatkan ketrampilan pengrajin juga sebagai upaya pemerintah daerah memanfaatkan material sisa banjir agar memiliki nilai tambah ekonomis bagi masyarakat.
Selain itu, sebagai upaya pemerintah daerah mendukung serta percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Pidie Jaya.
"Pelatihan ini juga mendorong tumbuhnya pelaku usaha genteng dengan bahan baku material bencana banjir. Genteng yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat terserap untuk pembangunan hunian tetap korban bencana maupun lainnya," kata Okta Handipa.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya Munawar Ibrahim mengapresiasi BNPP RI atas dukungan diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pidie Jaya dalam meningkatkan ketrampilan mengolah material banjir menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis seperti genteng.
"Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi pascabencana. Kami berharap pelatihan tersebut melahirkan pengrajin genteng yang memanfaatkan lumpur dari sisa banjir," kata Munawar Ibrahim.
Bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Pidie Jaya pada akhir November 2025 karena hujan lebat berhari-hari menyebabkan meluapnya Krueng (sungai) Meureudu.
Luapan sungai tersebut menimbulkan banjir bandang yang membawa material kayu dan lumpur. Lumpur tersebut menimbun pemukiman penduduk dan fasilitas publik dengan ketinggian hingga dua meter.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.