- Home
-
- Megapolitan
-
- Gubernur: Belum Memikirkan...
Gubernur: Belum Memikirkan Relokasi Korban Kebakaran Penjaringan
Senin, 09 Jun 2025, 14:57 WIBJAKARTA â Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan belum memikirkan relokasi korban kebakaran Penjaringan Jakarta Utara. âUntuk saat ini Pemprov masi memikirkn para korban,â tutur Pramono, Senin.
Sedangkan Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) memastikan kebutuhan dasar bagi penyintas kebakaran di RT 17 RW 04, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jumat (6/6) di lokasi pengungsian, terpenuhi dengan baik.
"Syukurlah, kebutuhan dasar seperti makanan minuman dan layanan kesehatan telah terpenuhi dengan baik," kata Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat, di Jakarta, Senin.
Ia mencatat ada 1.387 jiwa mengungsi di 15 unit tenda pengungsian yang telah didirikan di lokasi pengungsian. Menurutnya, untuk makanan tersedia cukup banyak dan dibagikan juga ke warga sekitar yang tidak terdampak langsung.
"Meski demikian, masih ada beberapa kebutuhan yang perlu dipenuhi," jelasnya. Menurutnya, Pemkot terus berupaya untuk menambah pasokan air bersih dan fasilitas sanitasi. "Tadi sudah dikirim tambahan delapan unit WC portabel serta pompa untuk toren air bersih,â ujarnya.
Pemkot juga merespons cepat keluhan soal sirkulasi udara yang buruk di beberapa tenda rendah. Dia langsung minta pemasangan kipas angin agar suhu dan kenyamanan di dalam tenda lebih baik.
Selain itu, kebutuhan alas tidur juga menjadi perhatian karena sebagian pengungsi masih tidur beralaskan terpal. âKami akan upayakan bantuan alas tidur melalui BPBD, Baznas, PMI, dan juga dan tanggung jawab sosial lingkungan dari swasta,â tambahnya.
Pemkot Jakut juga menyiapkan posko pengaduan untuk memastikan warga tetap mendapatkan layanan dasar termasuk dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan BPJS yang hilang akibat kebakaran.
âData mereka tetap ada di kami. Kami pastikan semuanya bisa dipulihkan agar warga tetap mendapat hak-haknya,â tandasnya. Dia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menunjukkan solidaritas.
Ada pun sejumlah kebutuhan lain yang masih dibutuhkan warga pengungsi antara lain selimut, handuk, alat mandi, minyak telon, obat-obatan, susu balita, susu formula, pakaian dewasa dan anak-anak, pembalut, serta sarung atau mukena.
"Bantuan dari masyarakat luas masih sangat diharapkan untuk membantu meringankan beban para korban," kata dia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
-
Klub-Klub Manfaatkan Waktu Jelang Jeda
-
Polda Metro Jaya Bantu Padamkan Kebakaran 26 Gudang di Tangerang
-
Pemerintah Targetkan Realisasi Insentif Motor Listrik Tetap di Tahun Ini
-
Kebakaran Besar di Bangka Selatan, Ratusan Orang Mengungsi di Sekolah, Pemprov Dirikan Tenda dan Dapur Umum
-
Kenapa Nateh Dikenalkan Lewat Panjat Tebing? Ini Cara Unik Dosen ULM Promosikan Wisata
-
Tak Lagi Diproduksi, SUV Listrik Volkswagen ID.4 Diskon Besar-besaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.