Tak Mau Gagal Panen, Petani Lebak Lakukan Ini Saat Kekeringan Melanda!
Minggu, 08 Jun 2025, 19:03 WIBLEBAK - Pompanisasi merupakan solusi cepat untuk mengantisipasi dampak kekeringan, seperti El Nino, yang dapat mengancam produksi pertanian.Â
Pompanisasi mendukung ketahanan pangan nasional dengan memastikan pasokan air tetap terjaga, terutama saat musim kemarau.Â
Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten menggunakan pompa air untuk mengairi areal pertanaman padi karena mulai terancam kekeringan.
"Kita terpaksa memakai pompa air karena areal persawahan mulai terancam kekeringan," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Kabupaten Lebak Ruhiana di Lebak, Minggu (8/6).
Penggunaan pompa air tersebut dengan menyedot air bawah tanah dan bisa mengalirkan pasokan air seluas 50 hektare.
Oleh karena itu, pompa air bantuan Dinas Pertanian setempat digunakan untuk memenuhi ketersediaan air agar padi tanaman padi rata-rata hari setelah tanam (HST) dua pekan dapat tumbuh subur.
"Bila tanaman padi itu tumbuh subur dengan adanya pasokan air pompa dipastikan bisa panen awal Agustus mendatang," katanya.
Begitu pula petani lainnya di Rangkasbitung Kabupaten Lebak Misbah (55) mengatakan pihaknya kini menggunakan pompa air dengan menyedot air irigasi yang kondisi debit airnya mulai berkurang akibat memasuki musim kemarau.
Diperkirakan seluas 50 hektare persawahan di sini yang rata-rata usia tanam 30-40 HST terancam kekeringan.
Kami bersyukur tanaman padi yang terancam kekeringan masih bisa diselamatkan dengan pompa air itu," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan pemerintah daerah sudah menyiapkan pompa air dan pompa irigasi untuk memenuhi ketersediaan pasokan air ketika musim kemarau.
Dimana berdasarkan BMKG musim kemarau terjadi bulan Juni sampai Agustus 2025.
Kami minta kelompok tani jika areal persawahannya itu terancam kekeringan segera melaporkan kepada petugas penyuluh lapang (PPL) untuk mendapatkan pompa air sehingga bisa menyedot air bawah tanah maupun saluran irigasi atau aliran sungai," katanya.
Menurut dia, pihaknya saat ini belum menerima laporan adanya areal persawahan yang mengalami kekeringan.
Mereka petani masih bisa menangani untuk ketersediaan pasokan air agar tanaman padi tumbuh subur.
"Kami berharap percepatan tanam padi pada Mei 2025 lalu seluas 30 ribu hektare bisa dipanen pada Agustus mendatang," kata Deni.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kodim 1702/Jayawijaya Berikan Dukungan 30 Lampu LED bagi Pelaku UMKM Kopi di Wamena
-
APINDO Dukung Visi Prabowo Perluas Lapangan Kerja, Dunia Usaha Siap Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
-
Sentil Birokrasi Daerah, Wamendagri Bima Arya Dorong DPRD Gunakan Konsep 'Statecraft'
-
PWI Daerah Ikut Berkontribusi, Promosi HPN 2026 Banten Semarak se-Indonesia
-
Harga Emas di Pegadaian Rabu Pagi: UBS Rp2,958 Juta/Gr dan Galeri24 Rp2,943 Juta/Gr
-
Samsung Siapkan Lapisan Privasi Baru untuk Lindungi Layar Smartphone di Ruang Publik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.