• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Manfaat Produk Susu Sangat...

Manfaat Produk Susu Sangat Tergantung dari Kualitas Bahan Bakunya

Minggu, 08 Jun 2025, 23:45 WIB

JAKARTA - Hari Susu Sedunia menjadi momen penting untuk mengingatkan bahwa susu bukan hanya sekadar asupan sehat, tapi juga salah satu solusi atas tantangan gizi di Indonesia. Kebiasaan minum susu secara rutin membantu membangun generasi yang sehat dan kuat, pondasi utama dalam membangun negeri. Pasalnya susu menyediakan gizi esensial yang dibutuhkan tubuh.

Menurut Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS., susu adalah sumber pangan bergizi tinggi yang berperan penting dalam perbaikan status gizi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Kaya akan kandungan mikro dan makronutrien yang di dalamnya sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal, daya tahan tubuh, serta fungsi kognitif mulai dari usia dini hingga dewasa.

Ket. Foto: Suasana kemeriahan acara perayaan World Milk Day dan Hari Susu Sedunia Nusantara oleh Frisian Flag di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, pada hari Senin (2/6). — Sumber: FFI

“Hari Susu Nusantara menjadi momen penting untuk mengingatkan kita semua akan peran gizi susu dalam membentuk generasi sehat, cerdas, dan tangguh. Susu sapi terbukti bermanfaat dalam memperbaiki status gizi, menjaga hidrasi, meningkatkan kesehatan tulang dan gigi, serta membantu regulasi nafsu makan pada anak sekolah,” ujarnya dalam acara perayaan World Milk Day dan Hari Susu Sedunia Nusantara oleh Frisian Flag di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Kabupaten Bogor, pada hari Senin (2/6).

Dalam diskusi berjudul Grass to Glass, ia menerangkan, kandungan zat gizinya seperti AA, DHA, dan kolin juga berperan dalam mendukung perkembangan kognitif, sementara proteinnya membantu performa fisik dan pemulihan fungsi otot. Semua pemangku kepentingan diajak mendorong konsumsi susu sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang dan dukung kemajuan peternak lokal agar rantai susu Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menuturkan, manfaat produk susu sangat tergantung dari kualitas bahan bakunya, yakni susu segar. FFI menempatkan kualitas produk susu sebagai hal utama mengacu pada Standar Nasional Indonesia/SNI.

Untuk menjaga mutu penting untuk memastikan pasokan susu segar yang berkualitas dari para peternak sapi perah lokal yang menjadi mitranya. Hal ini mendorong FFI untuk terlibat langsung meningkatkan produktivitas susu segar dari peternak lokal.

Ia menerangkan, FFI mengadopsi semangat dari perusahaan induk yaitu FrieslandCampina untuk tumbuh bersama peternak, dengan membantu para peternak sapi perah lokal untuk memproduksi susu segar lebih banyak dalam kualitas yang sangat baik menjadi fokus kami.

“FFI telah menjalankan Program Dairy Development (DD) lebih dari 30 tahun lalu dengan misi meningkatkan produksi susu sapi segar berkualitas melalui kemitraannya dengan koperasi,” ungkapnay pada kesempatan tersebut.

Program DD mendorong tata kelola dan standar manajemen peternakan, dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal Indonesia, dengan mempromosikan praktik good dairy farming practices (GDFP). Melalui langkah ini perusahaan telah mendampingi dan memperkuat kapasitas puluhan ribu peternak sapi perah lokal.

“Khusus untuk pemberdayaan peternak muda, Program DD menggelar Young Progressive Farmer Academy (YPFA) untuk tata kelola peternakan yang modern dan berkelanjutan,” kata dia.

Upaya FFI mewujudkan peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan mendapat tanggapan yang baik dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia sebagaimana disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, S.E., M.Si., pada acara tersebut.

“Kami dari Kemenko Pangan mengajak adik-adik mahasiswa, terutama dari jurusan peternakan, untuk bersama-sama mewujudkan swasembada daging sapi dan susu nasional. Ini bukan sekadar soal produksi, tetapi tentang masa depan bangsa, bagaimana setiap anak Indonesia bisa tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting karena asupan nutrisinya, terutama dari susu, terpenuhi sejak dini,” ungkapnya.

Sudah saatnya mengubah paradigma bahwa susu bukan barang mewah, melainkan menu wajib di setiap rumah. Dengan memperkuat peternak lokal, mendorong inovasi produk susu seperti yoghurt dan keju, serta menggandeng industri dan investor, bisa menjadikan susu sebagai fondasi ketahanan pangan.

“Anak-anak muda juga harus berani menjadikan dunia peternakan sebagai ladang usaha yang menjanjikan, dengan pendekatan teknologi dan profesionalisme tinggi. Ini semua adalah bagian dari ekosistem besar untuk mewujudkan kemandirian pangan kita,” ucapnya.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya FFI memajukan peternakan lokal. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Dr. Drh. Nuryani Zainuddin, M. Si. menekankan bahwa Hari Susu Nusantara adalah momentum penting untuk mengingatkan bahwa susu bukan sekadar minuman biasa.

“Di balik segelas susu tersimpan manfaat besar bagi kesehatan, kecerdasan, dan daya tahan tubuh, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Namun konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah, bahkan terendah di Asia Tenggara,” ujar dia.

“Untuk itu, kami mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri agar kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri. Pemerintah menargetkan swasembada susu nasional pada 2029 melalui penambahan satu juta ekor sapi perah, modernisasi peternakan, dan kemitraan antara industri dan peternak. Ini adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN, yang akan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat aktif membangun ketahanan pangan bangsa,” imbuhnya.

Kemajuan sektor peternakan sapi perah juga tidak luput dari peran dan pendampingan akademisi. Transfer pengetahuan dan teknologi yang disampaikan FFI melalui program DD membantu dunia Pendidikan dalam menyampaikan tips-tips praktis kepada peternak muda. Pendampingan dari korporasi dapat semangat berinovasi berbasis kewirausahaan yang merupakan modal penting memajukan industri susu segar.

“Dukungan industri kepada para peternak yang tidak hanya memperkuat kapasitas peternak lokal, tetapi juga menggerakan perekonomian yang berimbas pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar peternak. Kami berharap generasi muda khususnya mahasiswa yang ada di bidang peternakan juga dapat mengambil andil kelak dalam mendukung meningkatkan daya saing sektor peternakan sapi perah Indonesia di masa depan,” jelas Prof. Dr. Idat Galih Permana, M.Sc. Agr., IPU, Dekan Fakultas Peternakan IPB.

Dalam diskusi yang membahas tentang teknologi peternakan dan pengolahan susu, Prof. Epi Taufik S.Pt., MVPH., M. Si, Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu, IPB berpendapat, inovasi dari teknologi peternakan hingga proses produksi susu sangat penting karena dapat menghasilkan produk susu yang berkualitas tinggi, aman dikonsumsi, dan bernilai gizi optimal. Kemajuan teknologi telah membuka potensi industri susu sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional yang bernilai strategis.

Dengan teknologi, produksi susu jadi lebih efisien, kualitas lebih baik, dan masa simpan yang lebih panjang. Hal ini diperkuat dengan inovasi pengolahan menjadi produk susu siap minum untuk didistribusi ke konsumen.

“Oleh karenanya harus meningkatkan pengetahuan dan keahlian dalam produksi dan pengolahan susu, membangun ekosistem susu segar nasional yang terintegrasi antara peternak, koperasi susu, dan industri didampingi pemerintah. Jika ini terjadi, maka kita sedang membangun masa depan industri susu yang tangguh dan berkelanjutan,” paparnya.

Andrew menambahkan, selain mendukung peranan peternak sapi perah juga mengingatkan peserta yang hadir akan pentingnya susu sebagai sumber gizi yang mudah diakses dan menyehatkan. Hari yang dirayakan sebagai Hari Susu Nusantara ini juga memberi makna tentang kebaikan susu yang lebih luas.

“Tidak hanya baik untuk kesehatan, kemandirian produksi susu segar dalam negeri juga memberikan ruang bagi peternak sapi perah lokal untuk maju dan berdaya, bagi dirinya, untuk masyarakat di sekitarnya, membangun cita-cita bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” lanjut Andrew.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.