Gubernur Pramono Tinjau Pengungsian Korban Kebakaran Kapuk Muara

Minggu, 08 Jun 2025, 14:40 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi lokasi pengungsian korban kebakaran besar di Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (8/6/2025). Kebakaran yang terjadi pada Jumat dini hari (6/6) di kawasan RT 017/RW 004 tersebut meluluhlantakkan ratusan bangunan semi permanen dan membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Dalam keterangannya, Gubernur Pramono menyebut bahwa api bermula dari satu bangunan semi permanen dan dengan cepat menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

“Informasi yang kami terima, kebakaran ini bermula dari salah satu bangunan semi permanen dan merambat cepat hingga menghanguskan 485 bangunan lainnya. Saat ini, kurang lebih ada 800 kepala keluarga atau sekitar 3.200 jiwa terdampak, dengan 1.900 orang sudah berada di lokasi pengungsian,” ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta langsung mengerahkan berbagai instansi untuk menanggulangi dampak dari kebakaran ini. Gubernur Pramono telah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, dan jajaran OPD terkait, termasuk BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Gulkarmat, Satpol PP, Dinas Pendidikan, serta Dinas Dukcapil, untuk segera mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi secara menyeluruh.

Gubernur Pramono juga menyoroti pentingnya pemulihan dokumen warga yang rusak atau hilang akibat kebakaran, terutama identitas dan ijazah. “Bagi keluarga korban yang ijazah, KTP, atau dokumennya terbakar, saya minta segera diselesaikan. Karena kejadiannya masih baru, datanya masih bisa dilacak. Mudah-mudahan ini bisa membantu mereka yang saat ini berada di pengungsian,” jelasnya.

Saat meninjau langsung ke dalam tenda pengungsian, Pramono menyempatkan diri berdialog dengan para pengungsi dan mendengar keluhan mereka.

 “Saat saya keliling tadi, memang ada beberapa keluhan. Namun, untuk urusan makanan, minuman, dan kesehatan, tidak ada kendala. Hanya saja, karena cuaca cukup panas, warga meminta kipas angin. Ada juga permintaan susu formula untuk anak-anak. Susu sudah tersedia, sebagian dibantu oleh TNI. Mudah-mudahan semua permintaan masyarakat bisa kami penuhi secepatnya,” tambahnya.

Kolaborasi lintas instansi pun diterjunkan dalam penanganan insiden ini, termasuk 23 unit mobil pemadam kebakaran dari Sudin Gulkarmat Jakarta Utara. Selain itu, terdapat 1 unit layanan darurat PLN, 1 ambulans gawat darurat dari Dinas Kesehatan, serta kehadiran personel PSKB/TAGANA dari Sudin Sosial dan Dinas Sosial Provinsi, dibantu pula oleh petugas dari Polsek dan Koramil Penjaringan.

Berbagai bantuan telah disalurkan sejak malam kejadian, mulai dari pakaian bayi, popok anak dan dewasa, daster, kaus, pakaian dalam, perlengkapan mandi, makanan siap saji sebanyak 25.000 paket, hingga air mineral dan biskuit. Fasilitas darurat juga telah tersedia di lokasi, seperti tenda logistik, tenda pengungsian, toilet umum, toren air bersih, posko kesehatan, dan dapur umum.

Dalam kunjungannya, Gubernur Pramono turut menyerahkan bantuan secara simbolis melalui Dinas Sosial Provinsi dan Sudin Sosial Kota Jakarta Utara. Selain bantuan pokok, diserahkan pula perlengkapan sekolah seperti seragam SD, SMP, dan SMA, tas punggung, serta kaos kaki bagi anak-anak korban kebakaran yang saat ini tinggal di pengungsian.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal penanganan dampak kebakaran ini hingga kebutuhan dasar pengungsi benar-benar terpenuhi. Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah mengkaji kemungkinan relokasi sementara serta pemberian bantuan jangka menengah guna membantu para korban untuk bangkit kembali dari musibah yang mereka alami.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.