Gauff Incar Gelar Roland Garros Setelah Bungkam Petenis Kejutan Tuan Rumah

Jumat, 06 Jun 2025, 08:10 WIB

PARIS – Coco Gauff semakin dekat dengan gelar Grand Slam keduanya setelah menyingkirkan petenis kejutan tuan rumah Lois Boisson dalam laga semifinal Prancis Open 2025, Jumat (6/6) dini hari WIB. Gauff menang telak 6-1, 6-2 dan kini akan berhadapan dengan Aryna Sabalenka di final hari Sabtu mendatang.

Petenis Amerika Serikat berusia 21 tahun itu mengatakan akan berusaha menenangkan diri menjelang final ketiganya di turnamen besar, belajar dari pengalaman sebagai runner-up di Roland Garros tiga tahun lalu.

Ket. Foto: Petenis Amerika Serikat Coco Gauff — Sumber: AFP

“Final pertama saya di sini, saya sangat gugup. Saya bahkan sudah merasa kalah sebelum bertanding,” ujar Gauff, yang kini menempati peringkat dua dunia di bawah Sabalenka. “Sekarang, saya jauh lebih percaya diri setelah pernah tampil di final Grand Slam dan menang satu.”

Gauff kalah dari Iga Swiatek di final Prancis Open 2022, namun tahun lalu sukses merebut gelar pertamanya di US Open dengan menundukkan Sabalenka. Kini, ia mengaku akan lebih rileks menghadapi laga puncak nanti.

“Saya hanya ingin tampil maksimal dan sebisa mungkin tetap tenang. Kalah di final bukan akhir dunia. Saya sadar betapa beruntung dan istimewanya bisa berada di posisi ini. Banyak pemain yang bermimpi bisa menang — atau bahkan kalah — di final.”

Laga semifinal sendiri berlangsung timpang. Boisson, peringkat 361 dunia yang mencuri perhatian publik Paris dengan menyingkirkan Jessica Pegula dan Mirra Andreeva, tak mampu menandingi kekuatan dan konsistensi Gauff. Ini adalah Grand Slam pertama Boisson, setahun setelah ia absen akibat cedera lutut serius.

“Saya sudah memberikan yang terbaik, tapi dia bermain terlalu bagus hari ini,” ujar Boisson, yang sebelumnya belum pernah menghadapi pemain top-50.

Tantangan jauh lebih besar menanti Gauff di partai final. Sabalenka tampil luar biasa dalam semifinal pertama dengan menghentikan dominasi Swiatek di Roland Garros. Petenis Belarus itu mengakhiri rekor 26 kemenangan beruntun Swiatek di turnamen ini, lewat kemenangan meyakinkan di set penentuan.

“Sabalenka bisa menciptakan pukulan besar dari semua sudut lapangan. Dia juga petarung sejati. Apa pun bisa terjadi Sabtu nanti,” ujar Gauff, yang punya rekor imbang 5-5 melawan Sabalenka, namun kalah dalam final Madrid bulan lalu.

Dengan permainan yang lebih matang dan pengalaman di level tertinggi, Gauff berharap bisa kembali membuat sejarah. “Saya senang bisa kembali ke final dan melawan petenis peringkat satu dunia. Ini jadi motivasi tambahan.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.