BI Kepri Pacu QRIS Cross Border, Wisatawan Asing Tak Perlu Tukar Uang
Rabu, 04 Jun 2025, 16:51 WIBBATAM - Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara atau cross border sangat penting karena dapat meningkatkan efisiensi, inklusi keuangan, dan mendorong digitalisasi ekonomi.Â
Dengan QRIS Cross Border, masyarakat Indonesia dapat melakukan pembayaran di luar negeri dan sebaliknya, hanya dengan memindai kode QR, tanpa perlu lagi menukarkan mata uang.Â
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) terus menggencarkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara atau cross border di wilayah perbatasan bagi wisatawan mancanegara (wisman).
Deputi Kepala KPw BI Kepri Adidoyo Prakoso menyampaikan bahwa implementasi QRIS lintas negara telah menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang Januari hingga April 2025.
âTransaksi lintas negara dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand mengalami perkembangan baik dari sisi volume maupun nominal,â ujarnya di Batam, Rabu (4/6).
Berdasarkan data BI, transaksi dari Malaysia ke Indonesia mencapai 21.715 kali dengan nominal Rp6,96 miliar, tumbuh masing-masing 384 persen dan 789 persen secara tahunan (year-on-year).
Sementara itu, transaksi dari Singapura sebanyak 4.883 kali dengan nominal Rp1,69 miliar, tumbuh 445 persen dan 412 persen.
QRIS Thailand mencatatkan 198 transaksi dengan nilai Rp14,76 juta, tumbuh 761 persen dan 255 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
âIni menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi sarana pembayaran yang semakin diterima di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), dan memberikan kemudahan luar biasa bagi wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Kepri,â kata Adidoyo.
BI Kepri juga tengah mempersiapkan ekspansi QRIS lintas negara ke kawasan lain, seperti Arab Saudi, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok.
âBeberapa kerja sama tengah diproses dan akan segera diluncurkan. Dengan demikian, QRIS Indonesia akan bisa digunakan langsung di negara-negara tersebut,â kata dia.
Menanggapi potensi negara lain seperti Amerika Serikat yang berencana mengembangkan sistem QR sendiri, Adidoyo menegaskan bahwa QRIS Indonesia sudah cukup efisien dan kuat.
âKalau kita sudah bisa pakai QRIS ke Thailand, Jepang, dan negara lainnya, kita tidak perlu khawatir atau bergantung pada sistem lain. Kita harus turut bangga dan memanfaatkan sistem kita sendiri,â katanya menjelaskan.
BI Kepri juga lakukan sosialisasi penggunaan QRIS di titik-titik strategis seperti pelabuhan internasional, Bandara Hang Nadim, badan bus Trans Batam, hingga bioskop CGV untuk menyasar wisman.
âKami ingin wisatawan langsung mengetahui bahwa mereka bisa bayar pakai dompet digital dari negaranya dengan QRIS saat tiba di Kepri. Ini akan mendorong kenyamanan dan belanja mereka di sini,â ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasar Baru Segera Direvitalisasi Besar-besaran
-
Indonesia-Tiongkok Luncurkan QRIS Lintas Perbatasan
-
Trump Tak Ingin Lepas US Steel Ke Jepang
-
Bupati: 2.200 Pelajar Kepulauan Seribu Dapat Kacamata Gratis
-
Apa Alasan Kota Semarang Menjadi Contoh Ruang Bersama Indonesia
-
Menuju Fase Penentuan WTE Danantara, Analis Soroti Potensi Kejutan Termasuk Nama DAAZ
-
Banjir Hancurkan Saluran Irigasi, Pertanian Aceh Tengah Terbengkalai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.