Penyaluran KUR NTT Perlu Digenjot Lagi

Jumat, 24 Jul 2026, 12:21 WIB

KUPANG -  Guna mempercepat gerak kredit usaha rakyat (KUR) untuk daerah NTT, maka perlu digenjot lagi. Sebab Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran KUR di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru Rp1,714 triliun kepada 33.460 debitur hingga Juni 2026 untuk memperkuat pembiayaan pelaku usaha di daerah itu.

"Total penyaluran KUR sampai dengan 30 Juni 2026 sebesar Rp1,714 triliun kepada 33.460 debitur, naik Rp350,41 miliar atau 25,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi NTT Adi Setiawan di Kupang, Jumat.

Ket. Foto: perlu dibantu bank — Sumber: ant

Hal itu disampaikannya terkait dukungan APBN terhadap pelaku usaha melalui pembiayaan program KUR di Provinsi NTT. Ia menjelaskan penyaluran KUR terbesar berada di Kota Kupang sebesar Rp207,95 miliar kepada 2.363 debitur. Sementara itu, penyaluran terendah berada di Kabupaten Sabu Raijua sebesar Rp2,25 miliar kepada 48 debitur.

Adi menyampaikan sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi penyaluran KUR dengan nilai Rp816,35 miliar atau 47,62 persen dari total penyaluran. Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp354,92 miliar atau 20,70 persen.

Menurut dia, tantangan ke depan adalah meningkatkan penyaluran KUR ke sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian NTT.

"Sektor yang kita dorong adalah pertanian. Walaupun pertanian dominan dalam struktur ekonomi, memang ada faktor musiman, pertanian lahan kering, curah hujan, semuanya menjadi tantangan bagi aktivitas ekonomi. Tantangan ke depan adalah bagaimana mencocokkan potensi ekonomi dengan potensi pembiayaan," katanya.

Adi juga menyampaikan Bank BRI masih menjadi penyalur KUR terbesar dengan realisasi Rp1,416 triliun kepada 31.069 debitur. Adapun skema KUR mikro mendominasi penyaluran dengan nilai Rp1,245 triliun kepada 31.671 debitur.

Selain itu, penyaluran KUR Kredit Perumahan (KUR-KPP) mencapai Rp172,05 miliar yang terdiri atas demand rumah sebesar Rp75,82 miliar kepada 396 debitur dan supply rumah sebesar Rp96,23 miliar kepada 52 debitur.

"BRI menjadi penyalur terbesar. Ini menarik karena tidak semua bank memiliki jangkauan hingga ke wilayah-wilayah yang cukup jauh," ujarnya.

Adi menegaskan pihaknya terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan penyalur pada semester II 2026 guna mengoptimalkan penyaluran KUR, terutama pada sektor-sektor potensial di NTT.

  • kredit usaha rakyat (KUR)

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.