Pengelolaan Logistik Handal, Diperlukan untuk Mendukung Sektor Pertanian
Senin, 02 Jun 2025, 14:30 WIBJAKARTA - Pembangunan desa tersebut identik dengan pembangunan sektor pertanian yang menunjukkan tingkat pertumbuhan dan kontribusi yang tinggi terhadap produk domestik bruto (PDB). Dan untuk mendukung hal tersebut diperlukan pengelolaan logistik yang handal.
Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan Pemerintahan telah menetapkan visi "Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045" dengan salah satu program dalam Asta Cita adalah membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
"Pengelolaan logistik yang handal diperlukan dalam pengelolaan aliran komoditas dari lahan pertanian hingga ke konsumen untuk meminimalkan tingkat kerusakan. Kami memperkirakan kerusakan komoditas pertanian dalam proses pasca panen rata-rata mencapai 8-10 persen," kata Setijadi dalam keteragan tertulisnya, Senin (2/6).
Berdasarkan data BPS, sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan berkontribusi sebesar 12,66 persen pada triwulan I-2025. Pada triwulan ini ekonomi Indonesia tumbuh 4,87 persen (y-on-y) atau terkontraksi 0,98 persen (q-to-q).Â
Dari lima sektor dengan kontribusi tertinggi terhadap PDB, tingkat pertumbuhan (y-on-y) tertinggi adalah sektor pertanian (10,52 persen), diikuti perdagangan (5,03 persen), industri pengolahan (4,56 persen), dan konstruksi (2,18 persen). Sementara, pertambangan terkontraksi sebesar 1,23 persen.
Setijadi juga mengatakan hal itu mendorong Klaster Supply Chain Management (SCM) Program Studi Teknik Industri Universitas Widyatama Bandung mengadakan "Pelatihan Proses Penanganan dan Penyimpanan Beras Organik" dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Cikurubuk Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang pada Jumat, 30 Mei 2025.
Pelatihan dibuka oleh Ketua Klaster SCM, Tulus Martua Sihombing dan Kepala Desa Cikurubuk Muhammad Fadar Junawar. Pelatihan diberikan oleh Muchammad Fauzi dan Verani Hartati dengan peserta pelatihan perwakilan kelompok tani.Â
Proses pengeringan yang umumnya secara konvensional dengan cara dijemur berdampak terhadap kualitas gabah yang kurang baik. Perlu digunakan mesin pengering untuk bisa mencapai standar, misal kadar air 14%, yang menentukan kualitas dan daya simpan beras.
Pengemasan beras, terutama untuk beras kualitas tinggi seperti beras organik, dapat dilakukan secara khusus dengan proses vacuum agar beras dapat disimpan lebih lama hingga 6 bulan.
"Klaster SCM juga melakukan kegiatan PkM dengan Pengembangan Ekonomi Sirkular pada Rantai Pasok Beras Organik Desa Cikurubuk pada bulan April-Juni 2025," kata Setijadi.
Tim PkM menyerahkan sumbangan alat USG hewan untuk pengecekan kehamilan kambing. Air seni kambing, termasuk dari kambing hamil, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC) karena mengandung nutrisi penting untuk tanaman seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di NTT hingga 4 Februari 2026
-
Bogor Hornbills Tumbangkan Rans Simba 80-68
-
UE Minta Warganya WFH dan Kurangi Kecepatan Kendaraan
-
Kemenpar: Bali Masih jadi Primadona Destinasi Wisata “Wellness”
-
Kim Jong-un Kembali Terpilih sebagai Sekjen Partai Buruh Korut
-
Utamakan Keselamatan Perwira di tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi Pekerja
-
San Antonio Spurs Hentikan Perlawanan Miami Heat dengan Skor 136-111
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.