Pemprov Sumut Mengedukasi Siswa Sekolah untuk Menjaga Geopark Kaldera Toba

Senin, 02 Jun 2025, 20:13 WIB

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengedukasi pentingnya menjaga Geopark Kaldera Toba kepada seluruh siswa di provinsi tersebut.

"Ini arahan langsung Pak Gubernur, Bobby Nasution, mengedukasi siswa-siswi sekolah yang akan menjadi generasi penerus menjaga UNESCO Global Geopark Kaldera Toba," ucap Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Dikky Anugerah, di Medan, Senin (02/6).

Ket. Foto: Kaldera Toba yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.   — Sumber: ANTARA

Hal ini, lanjut dia, merupakan suatu upaya Pemprov Sumut dalam menjaga pengelolaan Danau Toba yang telah dinobatkan sebagai warisan dunia, termasuk menjaga kelestarian merupakan kewajiban seluruh masyarakat, terutama siswa-siswi sekolah yang akan menjadi generasi penerus.

"Pak Gubernur berharap mereka menjadi agen-agen perubahan dalam menjaga Danau Toba kita," tegas Dikky.

Pihaknya menjelaskan kegiatan sosialisasi dan edukasi ini akan dilakukan secara daring yang diikuti seluruh sekolah pada Selasa (3/6).

Dalam sosialisasi dan edukasi ini, kata dia, diikuti langsung oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution, GM Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGG), Azizul Kholis, dan Ketua Dewan Pakar Kaldera Toba, RE Nainggolan.

"Pak Gubernur mengingatkan kepada kami bagaimana partisipasi masyarakat dalam menjaga geopark kita, merasa memiliki dan tentu tahu apa fungsinya bagi mereka," tuturnya.

Kemudian, bagaimana UNESCO Global Geopark Kaldera Toba akan memberikan dampak perekonomian, sosial, dan kualitas hidup masyarakat setempat.

Selain kegiatan edukasi dan sosialisasi, tegas Dikky, Pemprov Sumut juga akan menyelenggarakan kegiatan penghijauan di kawasan Kaldera Toba pada Rabu (4/6).

Penghijauan yang diberi nama Gerakan Hijaukan Toba ini menargetkan 16 Geosite Kaldera Toba oleh pemerintah setempat, masyarakat, dan relawan.

"Ini satu rangkaian kegiatan kita untuk menjaga, memelihara, dan melestarikan Kaldera Toba. Kita berupaya memperbaiki ekosistem yang ada, keindahannya dan tentu pembangunan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan," kata Dikky Anugrah.

Plt Kepala Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, mengatakan kegiatan ini merupakan kerja bersama dan kolaborasi yang kuat dengan kabupaten di kawasan Danau Toba.

"Ini perlu komitmen dan kerja keras kita bersama, berkolaborasi menjaga dan memelihara Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang menjadi kebanggaan kita bersama," kata Porman.

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah agar mendapatkan hasil terbaik dalam proses revalidasi (peninjauan kembali) status Geopark Kaldera Toba pada Juni 2025

"Mudah-mudahan (mendapat kartu hijau)," katanya.

Dalam rapat UNESCO Global Geopark di Maroko pada 4-5 September 2023, kawasan Taman Bumi (Geopark) Kaldera Toba mendapat kartu kuning dari UNESCO.

Selain Geopark Kaldera Toba, taman bumi lainnya juga mendapat kartu serupa, yakni Gua Zhijindong di China, Taman Nasional Regional Luberon di Perancis, Madonie di Italia, dan Colca y Volcanes de Andagua di Peru.

Kartu kuning merupakan peringatan dari UNESCO yang berarti badan pengelola wilayah tersebut tidak memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan.

UNESCO meminta Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark melakukan perbaikan sebelum dilakukan validasi ulang untuk dua tahun kemudian.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.