AFTECH dan AMVESINDO Resmi Teken MoU di BFN Fest 2025

Kamis, 11 Des 2025, 16:20 WIB

JAKARTA - Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Asosiasi Venture Capital untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada hari pertama Mandiri BFN Fest 2025, Kamis (11/12). Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi talenta digital Indonesia agar mampu bersaing di sektor teknologi keuangan dan pendanaan startup yang semakin kompetitif. 

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan sebagai respon atas meningkatnya kebutuhan tenaga kerja digital nasional. Indonesia diperkirakan membutuhkan lebih dari 9 juta talenta digital pada 2030, sementara proyeksi nilai ekonomi digital tanah air diprediksi mencapai USD 366 miliar di tahun yang sama. 

Ket. Foto: (Kiri - Kanan) Sekretaris Jenderal AMVESINDO, Markus Liman Rahardja bersama Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, saat menandatangani menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja di sektor teknologi keuangan dan pendanaan startup di hari pertama penyelenggaraan Mandiri BFN Fest 2025 — Sumber: Istimewa

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menegaskan bahwa pembangunan ekosistem fintech tidak hanya bergantung pada inovasi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menggerakkannya.

"Fintech berkembang sangat cepat, dan kualitas talenta menentukan keberlanjutan industri," ujar Firlie Ganinduto. 

Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan AMVESINDO akan memastikan kurikulum pelatihan dan sertifikasi profesional disusun sesuai kebutuhan industri dan standar internasional.

MoU ini menjadi dasar bagi kedua asosiasi untuk mengembangkan pelatihan terakreditasi, menyusun kurikulum kompetensi baru, dan memfasilitasi sertifikasi profesi. Kerja sama tersebut juga mencakup penguatan tata kelola, manajemen risiko, responsible investment, masterclass akselerasi startup, hingga publikasi bersama dan promosi investasi. 

Ketua Umum AMVESINDO, Eddi Danusaputro, menyoroti semakin kompleksnya kompetensi yang dibutuhkan di sektor venture capital dan startup.

"Investor saat ini tidak hanya mencari startup dengan pertumbuhan cepat, tetapi juga tim yang memahami governance, keberlanjutan, serta kesiapan ekspansi global," jelas Eddi Danusaputro. 

Ia meyakini MoU ini akan membantu menciptakan generasi baru talenta dan founder yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar internasional.

Salah satu fokus penting kerja sama ini adalah penguatan aspek kepatuhan dan tata kelola melalui sosialisasi regulasi, panduan hukum, serta tools self-assessment yang dapat digunakan oleh pelaku fintech, venture capital, dan startup. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas operasional sekaligus mitigasi risiko di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang cepat. 

Kolaborasi AFTECH dan AMVESINDO juga akan memperkuat program Digital × Real Sector Launchpad yang selama ini dijalankan AFTECH. Program tersebut bertujuan mengakselerasi transformasi digital sektor riil melalui kolaborasi antara perusahaan teknologi dan pelaku industri tradisional. 

Dengan dukungan AMVESINDO, inisiatif ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan, memperluas akses pendanaan, dan meningkatkan produktivitas sektor riil. Kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi percepatan integrasi digital di berbagai sektor ekonomi Indonesia. 

Penandatanganan MoU tersebut menandai komitmen besar kedua asosiasi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi ekonomi digital global. AFTECH dan AMVESINDO memastikan talenta Indonesia tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman tata kelola dan mitigasi risiko yang kuat. 

Melalui langkah ini, kedua asosiasi berharap dapat membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga mempertegas pentingnya pengembangan talenta sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. 

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.