• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • YKI dan POI Kampanyekan �...

YKI dan POI Kampanyekan “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!”

Minggu, 01 Jun 2025, 18:20 WIB

JAKARTA – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) secara bersama menggelar kampanye. Kali ini keduanya menggaungkan “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!” dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2025 yang dipusatkan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada hari Sabtu (31/5).

Kedua organisasi menekankan bahwa dampak merokok, termasuk vape, tidak hanya dirasakan oleh perokok tetapi juga orang-orang terdekatnya yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker.

Ket. Foto: Kampanye melawan kebiasaan merokok “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!” yang dipusatkan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada hari Sabtu (31/5). — Sumber: YKI

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP, menegaskan urgensi kampanye ini mengingat Indonesia masih berada di peringkat kelima sebagai negara dengan persentase perokok tertinggi di dunia, mencapai 38,7% menurut World Population Review, yang dipublikasikan pada bulan April 2025.

Dalam pelaksanaan kegiatan HTTS 2025, sebanyak lebih dari 300 pegiat olahraga dan masyarakat turut berpartisipasi untuk turut menyosialisasikan pesan “bebas asap rokok.” Ketua Panitia HTTS 2025 YKI, Murniati Widodo AS mengajak masyarakat untuk stop merokok karena asapnya berpotensi merugikan orang disekelilingnya.

“Perokok pasif berisiko terkena kanker paru dan penyakit lainnya. Kami menghimbau stop merokok dan jauhi asap rokok, ciptakan lingkungan sehat untuk semua,” ujar dia melalui keterangan tertulis pada hari Sabtu (1/5).

Selain itu, Ketua POI Pusat, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM menambahkan bahwa Hari Tanpa Tembakau Sedunia harus menjadi momen refleksi dan komitmen bersama. Menurut dia tembakau adalah ancaman nyata terhadap kesehatan, terutama sebagai faktor risiko utama berbagai jenis kanker.

“Setiap hisapan rokok adalah langkah menjauh dari hidup sehat, dan setiap tindakan untuk berhenti merokok adalah investasi bagi masa depan yang lebih baik,” ujar dia.

Ancaman Nyata bagi Kesehatan dan Keluarga

Tembakau dan nikotin dikenal sebagai karsinogen yang berkontribusi terhadap kasus kanker paru, penyakit kardiovaskular, serta penyakit paru obstruktif kronik. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Mei 2024), jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta, dengan 7,4% di antaranya merupakan anak-anak dan remaja berusia 10–18 tahun.

Setiap batang rokok mengandung lebih dari 7000 bahan kimia, termasuk 70 zat penyebab kanker menurut laporan American Cancer Society pada 2024 dengan judul Harmful Chemicals in Tobacco Products.”

“Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa dampak tembakau tidak hanya mengenai perokok itu sendiri, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit serius bagi orang-orang di sekitarnya. Seperti yang kami sampaikan melalui kampanye tahun ini, ‘Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!!, merokok bukan hanya kebiasaan individu tetapi juga risiko bagi orang terdekat,” ujar Prof. Aru Sudoyo.

Kegiatan Sosialisasi

Untuk memperingati HTTS 2025, YKI dan POI menyelenggarakan berbagai kampanye edukatif, berupa  Iklan Layanan Masyarakat melalui video “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah! di videotron Benhil Penjernihan, Graha Mandiri, SCBD Lot 9, Wisma Kemang, serta media sosial YKI Instagram @yayasankankerid.

Pemasangan pesan simpatik HTTS di gerbang pintu utama kantor pusat YKI di Jl. GSSJ Sam Ratulangi no 35, Menteng, Jakarta Pusat. Distribusi souvenir berupa gantungan kunci dan kartu eMoney dengan desain dan pesan edukatif.

Dilakukan sosialisasi di berbagai lokasi, termasuk Stadion GBK Senayan, serta SPARK, melalui pemasangan standing banner, spanduk, dan booth sosialisasi. Lebih dari 300 pegiat olahraga dan masyarakat mendukung dan turut berpartisipasi untuk menyosialisasikan pesan “bebas asap rokok”

Masa Depan Tanpa Asap Tembakau

YKI berharap peringatan HTTS tahun ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih kritis terhadap industri tembakau dan nikotin, serta memilih gaya hidup sehat. “Berhenti merokok meningkatkan kualitas hidup, mengurangi risiko kanker, dan membuat tubuh lebih kuat melawan penyakit!,” ajak Ibu Murniati Widodo AS.

Sementara POI mengajak seluruh masyarakat bersatu padu menciptakan lingkungan bebas asap rokok, “Mari kita bersatu tenaga medis, pembuat kebijakan, masyarakat, dan generasi muda—untuk menciptakan lingkungan bebas asap rokok, demi Indonesia yang lebih sehat dan bebas kanker,” tutup Dr. Cosphiadi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.