KKP Segera Revitalisasi Tambak Seluas 78.550 Hektare

Kamis, 28 Agu 2025, 15:59 WIB

JAKARTA – Untuk mempercepat pergerakan ekonomi, tambah pantura seluas 78.550 hektare segera direvitalisasi. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) proyek revitalisasi akan mencakup empat kabupaten dengan tujuan meningkatkan produktivitas perikanan budi daya nasional.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu (Tebe) mengatakan revitalisasi itu akan dilakukan secara bertahap dimana untuk fase pertama seluas 20.413,25 hektare akan dilaksanakan di Kabupaten Bekasi, Karawang, Indramayu, dan Subang. "Kita melakukan maraton sosialisasi untuk mengerucutkan semuanya supaya pekerjaan ini bisa dijalankan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan," kata Tebe dalam Outlook Tilapia 2025 di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: tambak — Sumber: ist

Dia menyampaikan program itu disiapkan agar tambak yang selama ini produktivitasnya rendah, hanya satu hingga dua ton per tahun, dapat meningkat melalui pengelolaan modern, industri, dan praktik budidaya berkelanjutan. Jenis komoditas perikanan yang akan dibudidayakan yakni tilapia atau ikan nila salin. Ia menjelaskan tilapia dipilih karena berdasarkan kajian akademisi, peneliti, dan asosiasi, komoditas ini memiliki prospek lebih baik, baik dari segi daya tahan budidaya maupun peluang pasar domestik dan internasional.

Keunggulan tilapia antara lain toleransi tinggi terhadap air payau, pertumbuhan cepat, serta teknik budidaya yang relatif mudah dikuasai pembudidaya, sehingga memberikan peluang besar untuk keberhasilan program secara berkelanjutan. "Kenapa tilapia? Karena memiliki batas toleransi yang sangat lebar, pertumbuhannya cepat, proses budidayanya relatif sudah bisa dikuasai, kemudian pasar domestik dan ekspornya juga sangat terbuka," terang Tebe.

Lebih lanjut dia mengatakan KKP memanfaatkan skema Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan (KHKP) serta menyelesaikan prasyarat teknis termasuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan amdal, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Dia berharap proyek revitalisasi itu mampu mendukung kebutuhan protein masyarakat Indonesia yang jumlahnya hampir mencapai 300 juta jiwa serta mendorong pemenuhan pangan biru di pasar global.

Menurut Tebe, pasar global blue food diproyeksikan meningkat signifikan dari 270 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2020 menjadi 420 miliar dolar AS pada 2030, dengan potensi besar untuk produk ikan dan udang. Dengan dukungan pemerintah daerah, asosiasi, investor, dan masyarakat, KKP optimistis revitalisasi 78 ribu hektare tambak menjadi momentum penting mendorong sektor perikanan budidaya naik kelas dan berdaya saing global.

Meski demikian, KKP belum memastikan waktu pasti dimulainya program revitalisasi tambak Pantura Jawa, namun kementerian itu telah mengajukan anggaran Rp26 triliun kepada Danantara untuk fase pertama.

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
  • revitalisasi tambak

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.